Negeri Indah Ranah Nata

  • Bagikan
Polres Madina, Polsek Natal, menggelar aksi serentak peduli lingkungan, dengan membersihkan pinggir Pantai Natal. beritasore/Ist

MENELUSURI Kec. Natal, Kab. Mandailing Natal, menyimpan banyak potensi. Salah satunya Pantai Natal dengan pantai berpasir indah.

Dalam perjalanan jurnalistik waspada.id dan beritasore.co.id baru-baru ini di kawasan pantai paling barat Sumatera Utara, terlihat berbalut keindahan sepanjang mata memandang.

“Natal, berasal dari kata Ranah Nata (Bahasa Minangkabau: tanah yang datar). Ini, sebuah kerajaan pernah berdiri di wilayah ini,” ujar Camat Natal Ali Sabhana Nasution, Jumat (14/7).

Pantai Natal dengan pasir nan indah. Beritasore/ist

Dijelaskannya, Kec. Natal  terdiri dari 28 desa dan dua kelurahan, yang sudah terbentuk melewati perjalanan yang sangat panjang. Di dekat kota ini, terdapat Taman Nasional Batang Gadis.

Ali Sabhana mengungkapkan, untuk menjaga keindahan pantai,  jajaran Polres Madina, Polsek Natal menggelar aksi serentak peduli lingkungan.

“Kami sampaikan terimakasih kepada Bapak Kapolres Madina, Bapak Kapolsek di Kec. Natal dan jajarannya atas pembersihan pinggir Pantai Natal, semoga Allah SWT meberkahi kita,” ujar Camat Natal.

Itulah Kec. Natal nan indah. Bila ditelusuri ke belakang, seperti dilansir Wikipedia, Pemerintah Hindia Belanda mulai memasuki wilayah Mandailing Natal 1824 dan membentuk pemerintahan di bawah Karesidenan Air Bangis bagian dari Gouvernment Sumatra’s Westkust.

Pada 1834, ibu kota pemerintahan Mandailing pindah dan berada di bawah Karesidenan Tapanuli. Sedangkan 1852, wilayah Mandailing Natal dibagi menjadi 2 Afdeling.

Afdeling Mandailing terdiri dari Groot Mandailing, Klein Mandailing, Ulu dan Pakantan dan Batang Natal. Afdeling Natal terdiri dari Distrik Natal, Sinunukan, Partiloban, Kara-kara, Telohbaleh, Tabuyung, Singkuang, Batubondan dan Batahan.

Bahkan, Natal atau Nata, sejak berabad-abad lalu, telah menjadi basis perdagangan. Puti Balkis A Alisjahbana, adik kandung pujangga Sutan Takdir Alisjahbana menjelaskan, kata “Natal” berasal dari dua ungkapan bahasa Mandailing dan Minangkabau.

Ungkapan dalam bahasa Mandailing yaitu “Na Tarida” yang artinya  tampak (dilihat dari kaki Gunung Sorik Marapi di wilayah Mandailing Natal). Ungkapan ini kemudian berangsur menjadi Natar.

Camat Natal Ali Sabhana Nasution mengungkapkan, Kec. Natal memang memiliki banyak potensi, salah satunya pantai yang sangat indah, yang keindahannya harus dijaga.

Bagi Anda ingin menikmati keindahan Pantai Natal dari arah laut, Anda bisa menyewa perahu nelayan tersedia di sekitar pantai. Dengan perahu, pengunjung dapat berkeliling sekira 20 menit ke perairan pulau di sekitar pantai.

Tak heran, pariwisata di Natal, seksrang sedang menggeliat. Dalam perjalanan menelusuri Pantai Barat, berniat bermalam di sekitar Pantai Natal. Tim waspada.id dan beritasore.ci.id sampai menjelang tengah malam, mencari penginapan untuk bermalam.

Ternyata, penginapan penuh dan perjalanan dilanjutkan ke Pantai Batahan. Kami menginap di Mess Pemprovsu. Sekali lagi, inilah salah satu indikasi, Pantai Natal dari sektor pariwisata, memang sedang menggeliat dan harus terus dikembangkan. Semoga. (Irham Hagabean Nasution)

Berikan Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *