2024 Indonesia Masih Harus Impor Beras

  • Bagikan

JAKARTA (Berita): Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengakui bahwa tahun 2024 ini Indonesia terpaksa masih harus impor beras untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri.

Pasalnya, hasil panen atau produksi beras di dalam negeri selalu menurun.

“Yang kita harapkan adalah kita ini tidak ingin impor beras lagi, tapi itu dalam praktiknya sangat sulit karena produksi kita ini selalu tidak mencukupi,” katanya, dikutip melalui laman Youtube Sekretariat Presiden, seusai Jokowi meninjau penanaman padi di Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (3/1/2023).

Lebih lanjut, Jokowi katakan jumlah penduduk Indonesia selalu bertambah setiap tahunnya, sementara hasil produksi beras selalu tidak mencapai target. Oleh karena itu, Indonesia bakal kembali impor beras pada tahun ini.

Dia menyatakan impor beras dilakukan untuk menjaga pasokan dan menstabilkan harga.

Apalagi, musim panen diperkirakan mengalami kemunduran akibat fenomena El Nino.

“Kita bisa mengendalikan [harga beras] karena stok Bulog saat ini juga sangat baik akhir tahun kemarin masih di angka 1,4 juta ton dan ini akan masuk lagi untuk cadangan strategis agar betul-betul kita aman, karena memang panennya nanti akan mundur sedikit,” jelas Jokowi

Kepala Negara pun menuturkan bahwa harga beras di seluruh negara mengalami kenaikan akibat perubahan iklim dan fenomena El Nino.

Namun, dia mengklaim bahwa kenaikan harga beras di Indonesia tidak sedrastis negara lainnya.

“Ada perubahan iklim, ada super El Nino, kemudian 22 negara stop tidak mengekspor berasnya, sehingga terjadi keguncangan harga beras, harga pangan di dunia.

Semua negara mengalami tetapi negara kita kenaikannya tidak sedrastis negara-negara lain,” tuturnya.

Sebelumnya, pemerintah telah menugaskan Perum Bulog untuk impor beras sebanyak 2 juta ton pada 2024 guna memenuhi cadangan beras pemerintah (CBP).

Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi menyampaikan, impor beras 2 juta ton pada 2024 juga dilakukan untuk program bantuan pangan dan Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) di tengah ketidakpastian yang masih tinggi.

“Jadi di 2024 sudah diputuskan 2 juta ton impor beras. Sekarang Perum Bulog tengah melakukan penjajakan dengan negara-negara lain, sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia,” ungkap Bayu, dalam diskusi pada Kamis (21/12/2023). (agt)

Berikan Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *