Bupati Batubara Silaturahmi Dengan Tokoh ASLAB Rembuk Pembangunan Daerah

  • Bagikan
Teks fhoto Bupati Batubara H.Baharuddin Siagian SH,M Si sambut Silaturahmi Para Tokoh Asahan-Labuhan Batu (ASLAB) di Aula Kantor Bupati Batubara, Kecamatan Lima Puluh, Senin (13/4/2026). beritasore/alirsyah
Teks fhoto Bupati Batubara H.Baharuddin Siagian SH,M Si sambut Silaturahmi Para Tokoh Asahan-Labuhan Batu (ASLAB) di Aula Kantor Bupati Batubara, Kecamatan Lima Puluh, Senin (13/4/2026). beritasore/alirsyah

BATUBARA (beritasore.co.id): Bupati Batubara H.Baharuddin Siagian SH,M Si menyambut Silaturahmi Syawal 1447 Hijriah Para Tokoh Asahan-Labuhan Batu (ASLAB) di Aula Kantor Bupati Batubara, Kecamatan Lima Puluh, Senin (13/4/2026).

Sambutan Bupati Batubara silaturahmi ini tidak hanya menjadi ajang mempererat hubungan antar tokoh, tetapi sebagai forum strategis untuk merumuskan gagasan pembangunan daerah berbasis potensi wilayah ASLAB.Pertemuan ini bukan untuk menciptakan pertentangan, melainkan sebagai wadah untuk menyampaikan potensi daerah serta memperkuat pendekatan pelayanan kepada masyarakat telah dirintis sejak 13 tahun lalu.
ASLAB dikenal sebagai Sumatera Pantai Timur atau “Sumpatim” mencakup enam daerah, yakni Kabupaten Asahan, Kabupaten Batubara, Kabupaten Labuhanbatu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, serta Kota Tanjungbalai.Ketua Komite Pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur Muslim Simbolon menceritakan, perjalanan pemekaran Sumatera Pantai Timur bukan suatu kegiatan makar, sejak tahun 2013 dan sempat memperoleh dukungan dari Gubernur Sumatera Utara saat itu, Gatot Pujo Nugroho.
Masyarakat di wilayah Pesisir Timur menghadapi tantangan geografis dan rentang kendali pemerintahan yang cukup jauh.Pemekaran ini bukan sekadar wacana lama, tapi kebutuhan nyata, pelayanan kepada masyarakat bisa lebih cepat, efisien, dan tepat sasaran, memperpendek jarak tempuh birokrasi, serta mengoptimalkan potensi ekonomi kawasan Pesisir Timur Sumatera Utara. Kajian akademik disampaikan M.Yusuf Harahap menyebutkan sisi potensi daerah, kemampuan fiskal, serta aspek administratif, kawasan ini dinilai memiliki peluang untuk berkembang lebih cepat apabila berdiri sebagai Provinsi sendiri.
Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengatakan pemekaran wilayah memiliki dasar hukum yang jelas dan diperbolehkan selama memenuhi syarat objektif sesuai peraturan perundang-undangan.Melalui kegiatan ini, terbangun kesamaan sinergi antar pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di wilayah Sumatera Pantai Timur, khususnya Kabupaten Batubara.Hadiri Ketua Komite Pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur Muslim Simbolon, Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Plh.Sekda Batubara, Asisten I Setdakab Batubara, Kepala Bappelitbangda, serta Kepala Bagian Tata Pemerintahan.(als)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *