MEDAN (beritasore.co.id): Aktivitas pasar modal di Sumatera Utara juga terus menunjukkan perkembangan positif hingga Februari 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara Khoirul Muttaqien menyebutkan dalam siaran persnya diterima Selasa ( 14/4/2026).
Jumlah investor yang tercermin dalam Single Investor Identification (SID) mencapai
1.036.492 SID atau tumbuh 64,25 persen.
Dari jumlah tersebut, SID kepemilikan saham tercatat sebanyak 428.397 SID atau
meningkat 38,50 persen , SID kepemilikan surat berharga negara (SBN) sebanyak
72.148 SID atau meningkat 16,60 persen, dan SID kepemilikan reksa dana sebanyak 982.011 SID atau meningkat 65,71 persen.
“Peningkatan partisipasi investor juga tercermin dari nilai transaksi saham,” kata Muttaqien.
Per Februari 2026, transaksi penjualan saham tercatat sebesar Rp11,92 triliun atau
meningkat 135,51 persen yoy. Sedangkan transaksi pembelian saham mencapai
Rp12,2 triliun atau meningkat 103,95 persen yoy.
Selain itu, aktivitas investasi masyarakat juga berkembang melalui securities crowdfunding (SCF), dengan 5 penerbit, 3.667 pemodal, dan total dana yang dihimpun sebesar Rp8,74 miliar. Saat ini juga terdapat 11 emiten pasar modal yang berasal dari Sumatera Utara. (wie)













