Akibat Bencana, Kinerja Asuransi Umum Di Sumut Turun 50,38 Persen

  • Bagikan

MEDAN (beritasore.co.id): Pada Februari 2026 kinerja asuransi umum di Sumatera Utara
mengalami penurunan dengan total premi sebesar Rp197 miliar atau turun 50,38
persen yoy, sedangkan total klaim meningkat 5,10 persen menjadi Rp162 miliar.

“Penurunan kinerja asuransi umum diperkirakan dipengaruhi peningkatan klaim akibat bencana yang terjadi pada November 2025,” kata Khoirul Muttaqien, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara Selasa (14/4/2026).

Tak hanya asuransi umum, ternyata kinerja pada asuransi jiwa juga mengalami penurunan. Total premi turun 21,87 persen menjadi Rp1,19 triliun, sementara total klaim menurun 2,37 persen menjadi Rp1,03 triliun.

Pada sektor perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun, total investasi dana pensiun di Sumatera Utara per Januari 2026 tercatat sebesar Rp1,31 triliun atau meningkat 7,95 persen dibanding januari tahun lalu.

*Kinerja PVML

Di sektor Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) tercatat tumbuh positif.

Muttaqien menjelaskan piutang pembiayaan
perusahaan pembiayaan per Februari 2026 tercatat sebesar Rp24 triliun atau naik
2,73 persen sejak Februari 2025, dengan rasio non performing financing (NPF) sebesar 2,85 persen.

*Pergadaian

Industri pergadaian swasta mencatat penyaluran pembiayaan sebesar Rp672,2 miliar sepanjang tahun 2025 atau tumbuh 101,84 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.

“Sejak masuknya pergadaian swasta ke dalam pengawasan OJK, industri pergadaian terus mencatatkan pertumbuhan yang baik,” kata Muttaqien.

Bahkan Pergadaian telah menjadi salah satu alternatif pembiayaan bagi masyarakat maupun usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Pada industri pinjaman daring, outstanding pembiayaan per Desember 2025 mencapai Rp3,56 triliun atau meningkat 34,01 persen dibandingkan Desember 2024, dengan tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) sebesar 1,70 persen.

Sementara itu, industri modal ventura per Februari 2026 mencatat outstanding
pembiayaan sebesar Rp741,4 miliar atau tumbuh 53,59 persen yoy, dengan NPF
sebesar 6,44 persen. Adapun pembiayaan lembaga keuangan mikro (LKM) per
Februari 2026 mencapai Rp8,9 miliar atau tumbuh 28,20 persen yoy.

“Capaian tersebut menunjukkan sektor pembiayaan di Sumatera Utara terus
berkembang,” kata Muttaqien.

Sektor Pembiayaan juga berkontribusi dalam memperluas akses pembiayaan masyarakat
serta mendukung aktivitas ekonomi daerah. (wie)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *