MEDAN (beritasore.co.id): Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara
menyatakan secara umum, stabilitas sektor jasa keuangan di Sumatera Utara tetap
terjaga walaupun berada di tengah kondisi geopolitik yang masih penuh
ketidakpastian.
Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara – Khoirul Muttaqien mengatakan hal itu dalam siaran persnya diterima wartawan Selasa (14/4/2026).
Muttaqien menyebut inflasi per Maret 2026 di Provinsi Sumatera Utara tercatat sebesar 3,86 persen, terutama dipengaruhi kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan
tembakau. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara pada 2025 tercatat sebesar 4,53 persen.
Berdasarkan lapangan usaha, sampai dengan triwulan 4 2025, sektor pertanian,
kehutanan, dan perikanan masih menjadi kontributor terbesar terhadap produk
domestik regional bruto (PDRB) Sumatera Utara dengan kontribusi 25,32 persen.
Dari sisi pertumbuhan, sektor transportasi dan pergudangan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 10,74 persen sedangkan sektor konstruksi dan administrasi pemerintahan mengalami kontraksi. (wie)













