USAID dan Meta Luncurkan Saring Daring University Challenge

  • Bagikan

JAKARTA (Berita): Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID), bersama dengan Meta meluncurkan Saring Daring University Challenge, sebuah inisiatif baru yang akan melibatkan hampir 200 mahasiswa dari enam universitas di Indonesia untuk membudayakan literasi digital, pemikiran kritis, dan komunikasi daring.

Siaran pers yang diterima dari Kedubes Amerika Serikat di Jakarta Kamis (26/1) menyebut mahasiswa akan membuat video untuk sosial media dengan bantuan Love Frankie, organisasi perubahan sosial yang merancang dan melaksanakan inisiatif komunikasi untuk merespons berbagai permasalahan sosial utama.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari USAID, Meta, dan jejaring CSO, bersama dengan mahasiswa dan perwakilan dari enam universitas mitra di seluruh Indonesia: Universitas Airlangga di Jawa Timur, Universitas Mulawarman di Kalimantan Timur, Universitas Multimedia Nusantara di Banten, Universitas Nusa Cendana di Nusa Tenggara Timur, Universitas Tanjungpura di Kalimantan Barat, dan Universitas Sriwijaya di Sumatera Selatan.

Berdasarkan program Meta yang bertajuk “We Think Digital” yang sukses di seluruh Asia, Saring Daring University Challenge mengundang mahasiswa dan mahasiswi untuk bergabung dalam serangkaian pelatihan hibrida yang dipimpin oleh pakar industri tentang pembuatan video kreatif bagi publik yang mengulas perilaku di dunia maya yang positif, literasi digital, dan pemikiran kritis.

Yahya Luping, pakar Demokrasi dan Tata Kelola Pemerintahan USAID Indonesia mengatakan Amerika Serikat berkomitmen untuk mempromosikan inklusi, kebebasan, dan keterbukaan di seluruh daerah — termasuk dalam ekosistem digital.

“Kami senang bisa mendukung upaya untuk mempertemukan anak-anak muda, pemimpin dalam ekosistem digital seperti Meta, influencer kreatif, dan pemerintah untuk bersama-sama membangun visi bersama ini di Indonesia,” kata Yahya Luping.

Mahasiswa dan mahasiswi yang berpartisipasi dalam pelatihan nanti akan bekerja dengan para mentor kreatif dan pakar literasi digital saat menawarkan ide kepada panel juri.

Para juri akan memilih tim terbaik dari masing-masing universitas berdasarkan kreativitas dan efektivitas dalam meningkatkan literasi digital masyarakat Indonesia.

“Kami di Meta fokus untuk memberdayakan masyarakat Indonesia dalam membangun masa depan dan memajukan hidup mereka,” kata Dessy Septiane Sukendar, Policy Program Manager Meta Indonesia.

“Kami berharap Saring Daring University Challenge akan membantu anak-anak muda mewujudkan kreativitas mereka dalam mengedukasi masyarakat dan terus menjadi duta literasi digital di jejaring mereka.”

Santi Indra Astuti, Co-Founder Jaringan Riset Literasi Digital (Japelidi), salah satu organisasi masyarakat sipil yang ikut berpartisipasi menambahkan di era peradaban digital, berpikir kritis adalah napas kita. Kita tidak bisa bertahan hidup tanpa kemampuan berpikir kritis.

Hal-hal sederhana seperti tidak mudah percaya dan menyaring informasi yang masuk dapat membantu kita mengembangkan kemampuan berpikir kritis.

“Jika hal-hal tersebut menjadi kebiasaan, maka berpotensi memutus mata rantai kejahatan digital dalam bentuk apapun,” ujar Santi.

Menurutnya, pendekatan proaktif untuk mengembangkan agen literasi digital adalah untuk mengajarkan siswa berpikir kritis.

Kita akan memiliki generasi masa depan yang mumpuni di ruang digital dan tidak mudah terjebak dalam berbagai kejahatan digital jika kita mulai sejak dini.

Keenam tim terpilih, masing-masing satu dari setiap universitas mitra, akan menunjukkan video karyanya di puncak perayaan acara tingkat nasional pada September 2023, di mana tim pemenang juga akan diumumkan.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi https://www.usaid.gov/indonesia atau hubungi Communications Specialist USAID Swiny Andina di +62 (21) 5083-1000 atau [email protected]. (wie)

Berikan Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *