Strategi Partisipatif Bangun Madina

  • Bagikan
Ir. Ali Mutiara Rangkuti, MM, Staf Ahli Bupati Madina Bidang Sosial Politik, tampil salahsatu pembicara Temu Ramah dan Dialog Kabupaten Mandailing Natal di Hotel Borobudur Jakarta, Senin (27/2).beritasore/ist

JAKARTA (Berita): Ada pernyataan sangat menarik di hadapan para tokoh Mandailing Natal di Jakarta saat menyampaikan makalah ‘Strategi  Pembangunan Sosial Partisipatif Mewujudkan Madina Bersyukur dan Berbenah di Kabupaten Mandailing Natal.’

“Kami yakin, dengan banyaknya generasi masyarakat Mandailing Natal yang saat ini memiliki peran strategis di berbagai bidang, baik di pusat pemerintahan maupun bisnis, maka pembangunan Kabupaten Mandailing Natal dapat kita lakukan secara bersama,” ujar Ir. Ali Mutiara Rangkuti, MM, Staf Ahli Bupati Madina Bidang Sosial Politik.

Informasi ini diterima waspada.id dan beritasore.co.id di Panyabungan saat tampil salahsatu pembicara Temu Ramah dan Dialog Kabupaten Mandailing Natal di Hotel Borobudur Jakarta, Senin (27/2).

Pemkab Madina bertemu, bersulaturahmi dan berdialog denganTim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) dan tokoh Madina di Jakarta.

Ali Mutiara Rangkuti mengungkapkan, gagasan percepatan pembangunan Kab. Madina digagas saat ini, harus dapat dijadikan momentum penting, bahwa pembangunan Mandailing Natal adalah tanggungjawab bersama dan dapat diwujudkan dengan kerja-kerja bersama.

“Untuk itu, saya mendoakan semoga agenda Dialog Pembangunan Mandailing Natal  bersama TP2D Kabupaten Mandailing Natal dapat berjalan baik, melahirkan komitmen bersama mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat Mandailing Natal melalui tagline Madina Bersyukur Madina Berbenah,” ujar Ali Mutiara.

Dia menggambarkan, Kab. Mandailing Natal  disahkan berdiri berdasarkan UU Nomor 12 Tahun 1998, dengan luas wilayah 6.620.70 Km2.

Saat ini, telah berusia 25 tahun, sebuah usia dewasa dalam kehidupan manusia, sebuah usia yang menjadi fase peralihan dari remaja menjadi dewasa awal dalam kehidupan.

Pada usia ini pulalah pembangunan Kab. Mandailing Natal harus dapat mulai disusun secara baik, partisifatif dan merata menjangkau seluruh wilayah yang begitu luas dengan kondisi masyarakatnya yang mulai majemuk.

Ali Mutiara juga memaparkan sejumlah potensi Madina dari berbagai sektor. Mandailing Godang, misalnya, dataran sangat luas, diapit Bukit Barisan pada sebelah Timur dan Barat.

Dengan jumlah pertumbuhan penduduk terbesar serta pertumbuhan ekonomi pasar terbesar pula, dengan didukung pertanian dan perkebunan holtikultura.

Mandailing Julu selain memiliki wilayah pertanian basah, juga merupakan wilayah pertumbuhan perkebunan jenis karet, kulit manis dan kopi. Wilayah ini memiliki topografi sebagian pegunungan dengan ketinggian ada lebih dari 1000 mdpl.

Pada wilayah ini pula investasi bernilai triliunan rupiah yakni PT SMGP, sebuah perusahaan pengelolaan geothermal menjadi energi listrik.

Kemudian, wilayah Pantai Barat memiliki topografi sedikit perbukitan, namun memiliki dataran luas hingga garis pantai. Pada wilayah ini, selain masyarakatnya bergantung pada pertanian dan laut, masyarakat pada wilayah ini rata-rata turut mengalihkan pertanian ke perkebunan sawit dan yang menjadi terluas di Kabupaten Mandailing Natal dengan diiringi berdirinya beberapa industri menghasilkan CPO.

Selain potensi alam, Ali Mutiara juga membeberkan berbagai masalah dihadapi. Selain masalah narkotika, juga diakuinya sering dilontarkan masyarakat melalui media sosial tentang tidak adanya infratruktur jalan yang memadai atau jalan rusak, jembatan rusak atau dan pembangunan akses lainya yang pada akhirnya dijadikan isu negatif dilontarkan melalui media sosial.

“Tentunya, persoalan ini bukan dikarenakan tidak adanya keinginan pemerintah untuk memenuhi semua tuntutan itu, keterbatasan dana selalu menjadi persoalan yang rumit untuk dipecahkan pada wilayah yang begitu luas seperti Kabupaten Mandailing Natal ini,” ujar Ali Mutiara Rangkuti, yang  yakin mampu mengatasi berbagai persoalan ini secara bersama-sama. (irh)

Berikan Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *