New Normal, Pertumbuhan Kredit Lebih Tinggi

  • Bagikan
Kepala Kantor Perwakilan BI Wilayah Sumut Wiwiek Sisto Widayat berbicara kepada wartawan Rabu (4/11) di The Hill Sibolangit. Beritasore/Laswie Wakid
Kepala Kantor Perwakilan BI Wilayah Sumut Wiwiek Sisto Widayat berbicara kepada wartawan Rabu (4/11) di The Hill Sibolangit. Beritasore/Laswie Wakid

SIBOLANGIT (Berita): Pertumbuhan kredit pada bulan triwulan III 2020 sedikit lebih tinggi dari triwulan II 2020 diindikasi terkait dengan situasi ekonomi yang membaik pada fase adaptasi kebiasaan baru (new normal).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat mengatakan hal itu kepada wartawan di The Hill & Resort Rabu (4/11).

Wiwiek berbicara pada acara Pelatihan Wartawan Ekonomi dan Bisnis yang digelar Bank Indonesia diikuti 54 wartawan di Medan dan nasional sampai Kamis (5/11).

Acara itu mengikuti protokol kesehatan sangat ketat, dimana selama acara harus tetap memakai masker dan jaga jarak karena ini masih suasana pandemi Covid-19. Hadir di sana Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Wilayah Sumut Ibrahim dan Asisten Direktur merangkap Humas Fransisca Oktavianty.

Ia menjelaskan posisi September 2020, kredit yang disalurkan perbankan Sumut sebesar Rp231,3 triliun, jumlah ini naik 3,7 persen dibanding Juni 2020 sebesar Rp226,1 triliun dan naik 2,2 persen (yoy) dari Desember 2019 sebesar Rp226 triliun. Kredit untuk modal kerja 45 persen, investasi 28 persen dan konsumsi 27 persen, giro 16 persen dan tabungan 42 persen.

Sedangkan dana pihak ketiga (DPK), posisi September 2020 sebesar Rp262,1 triliun, tumbuh 11,7 persen dibanding Juni 2020 sebesar Rp248,9 triliun dan Desember 2019 sebesar Rp235,3 triliun, juga tumbuh 6,9 persen.

“DPK meningkat terjadi pada seluruh jenis simpanan diindikasi terkait preferensi masyarakat yang lebih memilih untuk menyimpan uangnya, ketimbang konsumsi,” ungkap Wiwiek.

Sementara, risiko kredit juga relatif stabil dan dibawah batas 5 persendidukung oleh program restrukturisasi kredit UMKM.

Sementara itu, persentase kredit yang disalurkan (LDR) sebesar 88,2 persen, kondisinya juga mengalami dibanding Juni 2020 sebesar 87,8 persen. Sedangkan dibanding Desember 2019 sebesar 96,1 persen, LDR September mengalami penurunan.

Berdasarkan lapangan usahanya, kinerja kredit PBE membaik ditengah perlambatan kinerja kredit sektor utama lainnya. Perbaikan kinerja kredit Pedagang Besar Eceran (PBE) didorong oleh berlangsungnya fase normal baru sehingga aktivitas jual-beli mulai menggeliat dan respon pelaku usaha mulai optimis.

“Di sisi lain, risiko kredit juga membaik didukung oleh program restrukturisasi perbankan perbankan yang sangat agresif,” ungkapnya. (Wie)

 

Berikan Komentar
  • Bagikan