Penjual Takjil Dan Mercon ‘Rubah Wajah’ Kota Subulussalam

  • Bagikan

SUBILUSSALAM (Berita): Memasuki ramadan tahun ini, sama halnya dengan tahun sebelumnya, sejumlah warung/kios penjual takjil, makanan dan minuman berbuka hingga kios penjual mercon dan petasan telah merubah wajah Kota Subulussalam.

Bahkan pantauan Waspada sehari jelang ramadan 1445 Hijriah, kios penjual mercon dan petasan lebih dulu muncul di beberapa titik di luar area terminal Subulussalam, Minggu (10/3).

Lalu warung penjual takjil, meski muncul di beberapa titik sepanjang Jalan Teuku Umar Kecamatan Simpang Kiri dan sebagian di Kecamatan Penanggalan, persis di depan Masjid Assilmi, Simpang Kiri masih tetap menjadi favorit. Bahkan kemacatan lalu lintas sering terjadi di sana.

Munculnya warung takjil di area jalan dua lajur itu bahkan mengharuskan sejumlah personel Polres dan Dinas Perhubungan melakukan penertiban lalu lintas, pantauan Waspada hari pertama ramadan, Selasa (12/3).

Namun keramaian suasana ramadan tahun ini tampak tidak seramai tahun lalu. Tak cuma itu, dalam suasana meugang, Minggu – Senin (10-11/3), pedagang daging meugang diakui sumber sedikit lebih sepi pembeli.

Hal ini juga dibenarkan sejumlah pihak. Sepinya situasi dan suasana di sana diperkirakan terkait dengan perputaran ekonomi masyarakat. “Harga daging meugang kisaran seratus enam puluh ribu hingga seratus delapan puluh ribu sekilo dan pembeli agak sepi,” jelas seorang pembeli, menilai kondisi ini terkait dengan daya beli masyarakat agak rendah.

Sementara hari pertama shalat tarawikh, Senin (11/3) malam, di sejumlah masjid tampak jamaah lebih padat. Khusus di Masjid Taqwa Muhammadiyah Kota Subulussalam, sumber jamaah di sana sebut jika malam pertama tarawikh dilakukan, Minggu (10/3) malam lalu.

“Hari ini sudah memasuki hari ketiga puasa,” aku sumber, meski sumber lain akui hari ini, Rabu (13/3) hari kedua ramadan. (b17)

 

Berikan Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *