Di Agara, 156 Hektar Kolam Ikan Tawar Beralih fungsi Menanam Padi

  • Bagikan
Tampak Ibu Rumah Tangga (IRT) Kute Lawe Sagu Hilir kecamatan Lawe Bulan Kabupaten Aceh Tenggara Tengah menanam padi dilahan Kolam ikan, yang telah kembali beralih fungsi, gambar di abadikan 20 Pebruari 2024. Berita Sore/ Husaini Amin
Tampak Ibu Rumah Tangga (IRT) Kute Lawe Sagu Hilir kecamatan Lawe Bulan Kabupaten Aceh Tenggara Tengah menanam padi dilahan Kolam ikan, yang telah kembali beralih fungsi, gambar di abadikan 20 Pebruari 2024. Berita Sore/ Husaini Amin

LAWE BULAN (Berita) : Akibat mahalnya pakan dan lesunya daya beli, ratusan petani ikan didaerah kawasan minapolitan Kecamatan Lawe Bulan,Kabupaten Aceh Tenggara Provinsi Aceh, beralih menanam padi.

Dua faktor diatas, membuat ratusan petani ikan terpaksa banting setir, dengan beralih melakukan aktivitas bercocok tanam, kata Khairun, 53 warga Kecamatan Lawe Bulan kepada Berita Kamis (07/3), tidak bisa dipertahankan lagi, udah harga pelet mahal, ikan tidak laku, mana mungkin kami dapat bertahan lagi.

Ada baiknya, kita beralih saja menjadi petani padi, insyaallah bisa mengubah perekonomian kami kedepan, setidaknya stok gabah bisa menjadi lumbung pangan keluarga kata Khairun.

Hal yang sama juga disampaikan, Sahrudi,35 Warga Kute Lawe Sagu Hilir, kepada Berita Kamis (07/3) ,bagaimana kami dapat bertahan bertani ikan, selain kendala dana, harga ikan juga tidak menentu, pakan ikan (pelet) mahal, nilai jual ikan tidak menentu, memaksa kami beralih fungsi lahan, dari tambak ikan menjadi lahan padi.Ucap Sahrudi.

Sementara itu, pedagang pakan ikan Khairul, 40, baru baru ini, membenarkan daya beli masyarakat untuk pakan ikan ukuran “2 Mili dan ” 5 Mili sudah jauh merosot , ia berharap usai bercocok tanam, pasca panen gabah padi, daya beli pakan ikan dapat kembali normal, kata Khairul dengan nada lesu.

Pengakuan Pengulu Kute RAMBE kecamatan Darul Hasanah, Karno Selian kepada Berita akhir Pebruari lalu di Kantor Camat Ketambe, mengatakan warga nya juga, banyak bertani ikan , lahan kolam pada kosong, tidak juga beralih menanam padi, alasan mereka harga pakan meninggi dan pangsa pasar ikan menurun.terang Karno.

Kepala dinas Perikan Kabupaten Aceh Tenggara Firman Desky SSTP, menjawab Berita Jum’at Petang (08/2) via WA Pribadinya, membenarkan adanya ” Lahan kolam yg beralih fungsi menjadi tanaman padi” dari hasil Observasi dinasnya, melakukan pendataan dilapangan terdapat 156 Ha yg tersebar di 2 kecamatan, yaitu Lawe Bulan dan Deleng Pokhkisen.

Di Aceh Tenggara sebutan kolam/ sawah, karna petani kita masih menggunakan sistem bergantian, antara memelihara ikan dan bersawah. Terang Firman

Menjawab Berita, Kata Firman Petani kita hanya melakukan sistem bergantian lahan, antara budidaya ikan ke tanaman padi ,hal ini terjadi karna beberapa waktu yg lalu terjadi penurunan produksi ikan, disebabkan adanya serangan virus/ hama penyakit khususnya ikan mas, sehingga para pembudidaya ikan kita ada yg beralih sementara ke tanaman padi utk mengurangi kerugian. terangnya.

*Stok Ikan Tawar Aman.

Lebih jauh, Insyaallah untuk stok lokal kebutuhan Ramadhan masih aman, karna pembudidaya ikan air tawar kita sudah mampu memenuhi kebutuhan lokal, bahkan masih bisa mengirim keluar daerah di Kabupaten tetangga seperti Gayo Lues, Subulussalam, Singkil, Aceh Tengah bahkan sampai ke prov Sumut.Sebutnya.

Dari data grafik hingga akhir Pebruari tercatat adanya penurunan daya jual dari Kabupaten Agara ke wilayah tetangga, terjadi berkisar 50%, sebelumnya bisa produksi 148 ton, skrg tersisa 74 ton perbulan jual bibit dan ikan siap saji.

Penurunan itu , diakibatkan banyaknya petani ikan beralih menjadi petani padi, karna manyoritas lahan tambak/Kolam ikan, masyarakat banyak beralih bercocok tanam.Kata Firman.

Untuk mengatasi stok ikan air tawar, dinas Perikan masih fokus dan tetap melakukan pendampingan ke pembudidaya ikan, melalui penyuluh perikanan tetang tatacara budidaya dan pencegahan/mitigasi hama/penyakit ikan dan melaksanakan program revitalisasi kolam dan bantuan sapras perikanan pembinaan dan pengawasan bagi petani ikan, agar tetap fokus dan bertahan, untuk menjaga pasar ikan masih ada di Agara.

Dengan program ini, diharapkan pembudidaya ikan kita bisa lebih baik dalam pengelolaan budidaya ikan, sehingga bisa meningkatkan produksi ikan kembali seperti kondisi sebelumnya, kata Firman berharap .(aie).

 

Berikan Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *