Viral Di Medsos, Oknum Dosen Korban Hipnotis

  • Bagikan

Gunungsitoli (Berita): Seorang dosen perempuan Universitas Nias (Unias) berinisal NZ, (44) menjadi korban hipnotis sehingga tanpa sadar mengikuti keingginan pelaku melakukan video call sex (VCS) dan berujung pemerasan puluhan juta rupiah.

Viralnya video tersebut di media sosial. Universitas Nias, memberikan klarifikasi terkait video call sex, di ruang rapat rektor Unias jalan Pancasila, Desa Mudik, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Senin (17/06/2024).

Rektor Unias, Dr (C) Eliyunus Waruwu, S.P, MSi didampingi Dekan FKIP Unias, Dr. Yaredi Waruwu, S.S., M.S dan Warek IV, Mastawati Ndruru, M.Hum serta korban NZ kepada sejumlah wartawan di Kantor Rektorat Unias Gunungsitoli menyampaikan pihaknya sudah mengetahui informasi beredarnya rekaman video yang melibatkan salah seorang dosen di Unias dan menjadi viral.

Menyikapi viralnya rekaman video tersebut ungkap Eliyunus, pihaknya telah melakukan pemeriksaan kepada NZ. Berdasarkan penjelasan dari NZ, bahwa peristiwa tersebut terjadi tanpa disadarinya, NZ melakukan hal itu di bawah pengaruh hipnotis.

Rektor Unias Eliyunus Waruwu, dalam penjelasannya menyampaikan, kronologi awal kejadian Viralnya Isu yang beredar video call sex di media sosial, salah seorang oknum Ibu Dosen Unias berinisial NZ, (44) telah di lakukan pemeriksaan kepada Dosen yang bersangkutan atas vidio call yang berbaur sex.

“Berdasarkan penjelasan dari NZ, bahwa peristiwa tersebut terjadi tanpa disadarinya, NZ melakukan hal itu di bawah pengaruh hipnotis. Pelaku yang melakukan video call sex dengan NZ berupaya memeras korban dengan meminta sejumlah uang sebesar Rp. 25 juta, dan telah kita dilakukan pelacakan terhadap nomor kontak yang mencoba melakukan pemerasan tersebut ia terdeteksi berada di Daerah Bengkulu,” ujar Rektor.

Pelaku yang melakukan video call sex dengan NZ berupaya memeras korban dengan meminta uang senilai Rp25 juta, dan telah dilakukan pelacakan terhadap nomor kontak dari pelaku yang mencoba melakukan pemerasan tersebut berada di daerah Bengkulu.

Terkait kasus beredarnya VCS tersebut, korban NZ telah membuat laporan pengaduan ke Polres Nias tentang pengancaman dan penyebarluasan konten pornografi melalui media sosial pada Sabtu (8/6) lalu.

Lanjutnya, NZ telah membuat laporan pada tanggal 08 Juni 2024, melaporkan kejadian ini di Kepolisian Resor (Polres) Nias terkait pengancaman dan menyebarluaskan konten pornografi melalui media sosial.

“Dari keterangan NZ pada 10 Juni 2024, dapat dijelaskan kronologi kejadian sebagai berikut:
Pada hari Senin tanggal 03 Juni 2024 sekira pukul 10:21 Wib, NZ ditelpon oleh seorang pria atas nama Aldi Subartono yang mengaku salah seorang Dosen di Universitas di Bandung yang mana tidak menyebutkan nama kampus dan bertanya kepada NZ tentang penerimaan mahasiswa baru di UNIAS, kemudian mengajak NZ untuk bekerja sama terkait pertukaran pelajar antar kampus dan terkait tentang peningkatan kampus,” bebernya.

Selanjutnya pada hari Rabu tanggal 5 juni 2024 sekira pukul 10.07 Wib, Aldi Subartono menghubungi NZ kembali melalui akun Whatsappnya, untuk menanyakan kelanjutan kerjasama antar kampus seperti pembicaraan sebelumnya, ditengah-tengah perbincangan NZ tidak sadarkan diri dan menuruti kemauan Aldi Subartono untuk membuka baju dan BH yang digunakannya sehingga bagian dadanya terlihat.

Pada hari Kamis 06 Juni 2024 sekira Pukul 09.06 Wib sampai dengan 09.19 Wib, Aldi Subartono mengancam dan mengirim video call bugil NZ yang tidak disadarinya di akun whatsapp dengan setel sekali lihat Video melalui Whatsapp dan foto bugilnya yang sudah disebarluaskan di akun messenger milik beberapa mahasiswa, saudara dan rekan kerjanya dan NZ terkejut karena ia menyadari tidak melakukan hal tidak senonoh tersebut di video dan telah merasa di hipnotis.

Kemudian Aldi Subartono menelefon NZ meminta untuk mengirimkan uang sebesar Rp. 25 juta. Dengan ancaman “apabila uang tersebut tidak dikirimkan maka video tersebut akan dikirimkan ke pertemanan NZ di FB satu persatu”

Berkaitan dengan hal tersebut diatas, bahwa sejak tersebar di media sosial video tersebut yang dilakukan oleh nomor 08567054415 atas nama pemilik Aldi Subartono, atas kejadian itu, NZ sangat merasa dipermalukan dan stress karena mendapat penilaian buruk dari keluarga besar dan rekan kerja, serta teman-teman media sosial lainnya,” ungkap Eliyunus.

NZ yang saat ini menjadi Dosen di Universitas Nias yang menjabat sebagai Ketua Program Studi, adalah korban dari Aldi Subartono, yang dilakukan tanpa sadar pengaruh dari pada Hipnotis, hal ini bisa kita kategorikan NZ ini adalah korban dari Aldi Subartono.

Sementara sangsi untuk sementara kepada yang bersangkutan belum dapat disimpulkan, mempelajari karna motivasi yang terjadi ini di luar kesadaran NZ.

“Sangsi belum dapat kita simpulkan yang penting kita sedang mempelajari motivasi dari video call porno sek, karna yang terjadi ini di luar kesadaran NZ, sehingga nanti bersama dengan pimpinan Universitas Nias bersama dengan Yayasan kita akan menyampaikan laporan terkait dengan kejadian video yang telah viral Dimedia sosial dan disini kita tidak bisa memberikan sangsi yang begitu tegas kepadanya karna alasan yang bersangkutan dilakukan di luar kesadaran, sehingga dalam hal ini NZ adalah korban dari Aldi Subartono, untuk memeras NZ, dengan meminta sejumlah uang sebesar 25 juta.

Walaupun demikian, dari kampus saya dan komisi etik melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap, video yang viral ini, tentu berdasarkan itu nanti kita akan mengambil keputusan dari perguruan tinggi Universitas Nias,” tutup Eliyunus Rektor Unias. (KZ)

Berikan Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *