Jembatan Ambruk Di Lokop Butuh Perhatian Pemerintah Aceh

  • Bagikan
BUPATI ROCKY, ketika meninjau jembatan ambruk yang kini dibangun secara darurat di Desa Lokop, Kec. Serbajadi, Kab. Aceh Timur, Rabu (3/6). Foto: M. Ishak
BUPATI ROCKY, ketika meninjau jembatan ambruk yang kini dibangun secara darurat di Desa Lokop, Kec. Serbajadi, Kab. Aceh Timur, Rabu (3/6). Foto: M. Ishak

LOKOP (Berita): Jembatan ambruk di jalan lintasan provinsi persisnya di Desa Lokop, Kec. Serbajadi, Kab. Aceh Timur, butuh perhatian yang serius dari Pemerintah Aceh.

Sebagai langkah cepat dalan penanggulangan bencana didaerahnya, Bupati Aceh Timur, H. Hasballah HM.Thaib, SH, meninjau jembatan yang ambruk di jalan lintasan provinsi tersebut Rabu (3/6). Kedatangan pejabat nomor satu di Aceh Timur ini disambut baik masyarakat dan aparat desa serta tokoh masyarakat Lokop.

Kehadiran Bupati Aceh Timur setelah menempuh perjalanan 4 jam jalan darat ke lokasi sebagai bentuk perhatian dirinya sebagai Kepala Daerah (KDh) ke Lokop, sekaligus melakukan sosialisasi pencegahan COVID-19 ke masyarakat didaerah pedalaman.

Dalam kunjungan itu, bupati yang akrap disapa Rocky itu mengapresiasi kekompakan dan kebersamaan masyarakat disana dengan unsur muspika, sehingga jembatan darurat yang dibangun tersebut kini sudah bisa dilalui roda dua.

“Kita mengapresiasi kinerja aparatur desa bersama pihak muspika yang sudah bergotongroyong membangun jembatan darurat di lintasan provinsi ini, sehingga warga yang menetap dibeberapa desa tidak terkurung,” ujar Rocky, didampingi Camat Serbajadi, Sahdan, S.STP, dan unsur muspika lainnya.

Setelah meninjau dan melihat langsung kondisi jembatan penghubung antara Kabupaten Aceh Timur dengan Gayo Lues itu, langkah selanjutnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur akan menyampaikan kondisi kekinian dan kebutuhan pembangunan jembatan tersebut ke Pemerintah Aceh, termasuk tembusannya nanti akan disampaikan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Aceh sebagai instansi yang menanganinya.

“Melihat kondisi erosi sungai yang terus terkikis, maka sangat butuh jembatan permanen dan batu penahan erosin sepanjang aliran sungai. Jadi harapan kita, jembatan ini dibangun nantinya harus diiringi dengan batu penahan erosi, sehingga benar-benar tahan dan bebas dari ancaman erosi sungai Lokop,” sebut Rocky.

Sebagaimana diketahui, jembatan berukuran 4X6 meter itu ambruk akibar erosi sungai, Selasa (3/6/2020) dinihari. Disebut-sebut, jembatan tersebut tiba-tiba mengalami erosi sungai yang saat itu sedang terjadi luapan pasca hujan deras dua hari sebelumnya. (waspada.id).

Berikan Komentar
  • Bagikan