Aniaya Ibu Kandung, ODGJ Dipasung Dengan Rantai Dalam RumahAniaya Ibu Kandung, ODGJ Dipasung Dengan Rantai Dalam Rumah

ASAHAN (Berita): Seorang ibu di Desa Bangun, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan terpaksa memasung anaknya sendiri dengan rantai yang dikunci dengan gembok dan mengurungnya di dalam rumah seorang diri.
Pria lajang berinisial EP, 30, itu dipasung karena menganiaya ibu kandungnya sendiri Minah dengan memukulkan kayu ke kepalanya, mengakibatkan korban mengalami pendarahan di kepala dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit terdekat karena hingga tak sadarkan diri.
Penganiayaan itu bukan terjadi kepada ibunya saja tapi tapi juga terhadap kemanakannya sendiri. Suatu ketika cucu dari anak pertamanya dari dua bersaudara itu sedang duduk bermain, tiba-tiba spontan ditinju wajahnya sekuatnya oleh EP hingga korban yang masih berusia sekitar 5 tahun itu terjengkang dan jatuh ke tanah.
Menurut Minah awalnya EP ketika tamat dari SMP tidak mau melanjut ke SMA, malah minta dibelikan sepeda motor Kawasaki Ninja RR. Orang tuanya tidak mampu, karena keinginannya tidak keturutan ia jadi sering merenung.
Untuk bisa tercapai apa yang diinginkan itu EP sempat ikut dengan ayahnya bekerja di Asam Jawa Kota Pinang. Ketika pulang ke rumah ia dituduh mencuri uang ayahnya sehingga sempat mendapat penganiayaan dari keluarga ayahnya.
Minah sudah berupaya mengobatkan anak lajangnya itu secara medis maupun ke orang pintar, tetapi tidak berhasil karena EP diduga mengidap gangguan jiwa.
Atas bantuan seorang polisi yang bertempat tinggal di Desa Bangun EP dibawa ke rumah sakit jiwa Medan, tapi baru satu bulan setengah anaknya tersebut sudah dinyatakan sembuh dan bisa dibawa pulang. Namun kenyataan EP semangkin parah selalu mengamuk bila permintaannya tidak diberi.
Minah menuturkan, sebelum suaminya meninggal dunia sempat dibangun sebuah rumah gedung yang sekarang ditempati oleh abang EP dan satu rumah bangunan lama dihuni oleh Minah sendiri. "Untunglah ada rumah yang tidak layak huni yang sudah dibedah dari bantuan pemerintah yang sekarang jadi tempat pemasungan EP", ungkap Minah.
Sejauh ini, kata Minah, pihaknya belum pernah didatangi oleh pihak Pemerintah Desa, kecamatan maupun kabupaten, kecuali pernah dari pemerintah Desa datang mendata EP untuk mendapat bantuan sebagai warga tidak mampu.
Minah berharap anaknya EP bisa mendapat perhatian dari Dinas Sosial Kabupaten Asahan.
Dirinya tidak keberatan bila anaknya dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa atau panti penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) demi kesembuhannya, karena pemasungan terhadap anaknya dalam keadaan terpaksa.
Sementara ditemui wartawan EP tidak mengenakan baju hanya memakai celana panjang warna hitam yang sudah tampak kotor duduk di lantai dapur. Badannya yang kurus dengan tatapan mata yang sayu dari balik pintu besi yang mirip dengan ruang penjara
Tapi ia tampak ramah dan mau diajak bicara dengan wartawan meskipun terkadang jawabnya tidak nyambung.







Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda