KUTACANE (beritasore.co.id): Pasca bencana banjir melanda dan merusak sejumlah fasilitas wisata di Kabupaten Aceh Tenggara (Agara), wisatawan lokal kini melirik Taman Kincir Air Lawe Menderung.
Kawasan wisata di Kute Natam Baru Kecamatan Badar tersebut, terletak dalam lahan perkebunan milik pribadi Rasimin Pelis, 70, warga setempat.
Kebun durian dan nenas miliknya, perlahan dikembangkan dengan membuat sejumlah kincir air sebagai daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Ia tata dengan menanam bunga dan menyulapnya jadi kawasan wisata mini dengan dana sendiri.
Ia juga membangun sejumlah tempat singgah dan menyediakan makanan ringan bagi pengunjung. Selain biaya parkir, wisatawan melakukan aktivitas selfi di lokasinya dikenakan tarif Rp5000/pengunjung.
Kepada Berita Senin (5/1/2026) siang, Rasimin Pelis menuturkan, ia ingin sekali mengembangkan objek wisata lokal tersebut dengan fasilitas lebih memadai. Namun kendala dana. Ia belum bisa membangun mushala, MCK, lahan parkir dan fasilitas pondok keluarga.
“Ya begini dulu adanya, perlahan akan saya tata lebih baik lagi,” ungkap Rasimin.
Ia berharap ada buah tangan dari pemerintah Kute dan dinas terkait. “Alhamdulillah, biasa banyak yang datang di hari libur. Jika hari biasa lumayan jugalah yang datang,” terang Rasimin sembari senyum .
Pantauan Berita Senin (5/1/2025) siang di lokasi Taman Kincir Lawe Menderung tampak sangat mempesona dan punya lokasi yang Asri. Suasana masih sepi dari pengunjung. Hanya terlihat sejumlah anak muda, tengah berselfi ria di area Taman Kincir air tersebut.
Kepala Disparpora Agara Bakri Saputra SPd MSi menjawab beritasore.co.id Senin (5/1/2026) malam mengatakan pihaknya sangat mendukung upaya warga meningkatkan pendapatan masyarakat dalam perputaran ekonomi di Kute setempat.
Sejauh ini pihaknya belum ada menerima usulan/permohonan pihak pengelola wisata Taman Kincir tersebut ke Disparpora. Jika ingin berkelanjutan, itu butuh proses panjang juga. Apakah sudah ada kerja sama dengan Pemerintahan Kute, mengurus perizinan.
“Jika ingin ada pembangunan fasilitas pendukung, itu juga ada mekanisme yang dilalui dengan proses pembebasan lahan, baik untuk pembangunan lahan parkir, musola ,MCK dan gajobonya,” kata Bakri.
Apakah pengelola, bersedia menghibahkan lahannya ke pemerintah Kute/Daerah, dan harus siap membayar Pendapat Asli Daerah. “Sifatnya kami sangat mendukung kegiatan warga Kute Natam Baru tersebut dalam pengembangan wisata lokal Kute,” kata Bakri.
“Jika sudah ada usulan ke kita, dengan izin yang jelas, serta melakukan proses hibah lahan, pastinya kami akan cari dana untuk mendorong pembangunan fasilitas pendukung wisata kincir air tersebut,”terang Bakri.(aie)
Pemilik lokasi Taman Kincir Air Lewe Menderung Kute Natam Baru, Rasimin Pelis tengah berjalan usai melakukan aktivitas menanam bunga sekitar lokasi wisata miliknya Senin (5/1/2026). beritasore.co.id/Husaini Amin















