MEDAN (beritasore.co.id): Tahun baru bukan sekadar pergantian kalender. Bagi Kota Medan, ia adalah pengingat bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan oleh Pemerintah Kota Medan di bawah nahkoda Rico Tri Putra Bayu Waas dan wakilnya Zakiyuddin Harahap.
Hal ini disampaikan Ahmad Afandi Harahap kepada wartawan di penghujung tahun 2025. Rabu 31 Desember 2025, pukul 23.59 WIB.
Menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang belum dapan diselesaikan oleh Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakilnya Zakiyuddin Harahap yang paling sering dirasakan masyarakat diantaranya, di Dinas Perhubungan masih menyisakan persoalan seperti, kemacetan & tata kelola transportasi, penataan parkir liar, penguatan angkutan umum massal, perbaikan manajemen persimpangan & lampu lalu lintas, pelebaran/pembukaan akses alternatif.
Medan membutuhkan solusi bukan lagi tambal-sulam, tetapi perencanaan transportasi jangka panjang.
Dinas PUPR / SDABMBK, Dinas ini juga meninggalkan PR yang banyak,seperti persoalan banjir dan drainase kronis. Hampir setiap hujan lebat, banyak kawasan tergenang, aktivitas warga lumpuh, kerugian ekonomi muncul.
PR-nya: normalisasi drainase, pengendalian sampah di aliran sungai, penataan kawasan padat yang menutup saluran, penguatan early warning system banjir.
Sampah dan kebersihan kota
Isu klasik tetapi belum tuntas: penumpukan sampah di TPS liar, minim pemilahan sampah dari rumah tangga, rendahnya edukasi lingkungan.
2026 seharusnya jadi tahun: pengelolaan berbasis reduce–reuse–recycle, peningkatan armada & SDM persampahan, penerapan sanksi tegas untuk pembuang sampah sembarangan
Pelayanan publik yang cepat & bebas pungli
Target penting: digitalisasi layanan perizinan, transparansi biaya & prosedur, memangkas jalur tatap muka yang rawan pungli, peningkatan etika pelayanan aparatur, Warga butuh layanan yang mudah, murah, dan pasti.
UMKM dan ekonomi kerakyatan
PR ekonomi 2026: akses permodalan ramah UMKM, pendampingan digital marketing, penataan pedagang kaki lima tanpa mematikan mata pencaharian, mendorong ekonomi kreatif anak muda Medan
Penataan pasar tradisional
Banyak pasar: becek, kumuh, tidak tertib zonasi pedagang
Revitalisasi pasar berarti: melindungi pedagang kecil, memberi kenyamanan kepada pembeli, meningkatkan wajah kota
Ketenangan & keamanan lingkungan
Isu yang banyak dikeluhkan warga: remaja geng motor, pencurian kecil, narkoba di permukiman
PR pemerintah kota:
memperkuat kolaborasi Polri–Pemko–tokoh masyarakat, penerangan jalan dan CCTV lingkungan
Pendidikan & kesejahteraan guru honorer
Fokus 2026: pemerataan kualitas sekolah, beban biaya pendidikan keluarga miskin, keberpihakan kepada guru honorer, fasilitas sekolah yang layak
Kesehatan & stunting
Target konkret: penurunan angka stunting, layanan Puskesmas yang lebih responsif, pemenuhan tenaga kesehatan, jaminan kesehatan masyarakat miskin yang benar-benar efektif
Ruang terbuka hijau & kualitas udara
Kota besar butuh: taman kota yang hidup, bukan simbolik, perlindungan pohon tua, pengurangan emisi transportasi
Transparansi anggaran dan partisipasi publik
PR terpenting: keterbukaan APBD, pelibatan warga dalam musrenbang, publikasi capaian kinerja yang terukur, Kepercayaan publik tumbuh jika uang rakyat dikelola transparan.
Penutup
Tahun 2026 seharusnya menjadi momentum: konsolidasi kebijakan, percepatan program prioritas, keberpihakan yang nyata pada warga kecil, Kota Medan membutuhkan pemimpin yang tidak hanya piawai membangun infrastruktur, tetapi juga menguatkan rasa keadilan, pelayanan, dan kepercayaan publik. (MZ)















