MADINA (Waspada): Puluhan kaum ibu — yang umumnya nenek-nenek lanjut usia — berkumpul di areal perusahaan menuntut hak plasma yang belum diserahkan dalam rentang 18 tahun.
Mereka, warga Singkuang 1, Kec. Muara Batang Gadis, Kab. Mandailing Natal, menangis, meratap dan bersimbah airmata.
Video dikirim dan diterima wartawan, Senin (22/5), seorang nenek terlihat duduk di kursi karena mengaku tidak kuasa berdiri, di sebelahnya dua nenek nampak sudah berusia lanjut.
“Kami sudah tak mampu lagi. Bantulah kami agar hak kami segera kami terima. Kami berhari-hari di sini. Makan tak makan. Tolonglah kami. Bantulah, Pak Jokowi, Pak Gubernur, Pak Bupati,” ujar nenek meratap, sedangkan kaum ibu yang lain terlihat menangis.
Nenek menceritakan, sampai saat ini belum diterima pihak pemerintah. Nenek juga mengungkapkan, masyarakat yang menuntut hak plasma, masyarakat belum ada menerima pihak perusahaan.
“Sekali lagi, Pak Jokowi, bantulah kami, agar hak kami dikembalikan,” ujarnya.
Tuntutan hak plasma ini telah dibicarakan melibatkan kepala daerah. Tapi, belum ada kata sepakat sehingga masyarakat melanjutkan aksi massa di areal perkebunan kelapa sawit.
Ketua Koperasi Perkebunan Hasil Sawit Bersama (KP-HSB) Sapihuddin, SPd.I mengungkapkan,
tuntutan warga tetap di angka 20 persen dari 3.741. Mereka menuntut 50 persen di dalam HGU, 50 persen di luar HGU wilayah MBG. (irh)
.















