Lapas Labuhan Ruku Dukung Ketahanan Pangan Nasional

  • Bagikan
Lapas Labuhan Ruku Hamdi Hasibuan komitmen dukung ketahanan pangan Nasional, Panen Raya serentak secara virtual dengan seluruh jajaran Pemasyarakatan di Indonesia terpusat di Lapas Kelas I Cirebon, Kamis (15/01). (alirsyah)

BATUBARA (beritasore.co.id): Sebagai wujud nyata dan komitmen dalam mendukung ketahanan pangan nasional, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Labuhan Ruku Hamdi Hasibuan, didampingi Kasubbag Tata Usaha, Kasi Kegiatan Kerja beserta jajaran terkait mengikuti kegiatan Panen Raya serentak secara virtual dengan seluruh jajaran Pemasyarakatan di Indonesia terpusat di Lapas Kelas I Cirebon, Kamis (15/01).

Pesan WhatsApp resmi dari Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Labuhan Ruku Hamdi Hasibuan, melalui Muhammad Rizky Humas Lapas mengatakan perwakilan Kementerian Pertanian memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program ketahanan pangan di lingkungan Pemasyarakatan.

Lapas Labuhan Ruku berhasil memanen hasil pertanian dan perikanan berupa 100 kilogram kangkung serta 50 kilogram ikan lele.

Hasil panen merupakan buah dari pembinaan kemandirian warga binaan melalui pemanfaatan lahan dan sarana yang tersedia di dalam lapas.

Sebagian hasil panen digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan di dalam Lapas, sementara sebagian lainnya dijual kepada masyarakat umum sebagai bentuk kontribusi nyata kepada lingkungan sekitar.

Hamdi Hasibuan menyampaikan keuntungan dari penjualan hasil panen  tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga memiliki nilai sosial yang tinggi.

Seluruh keuntungan akan diserahkan kepada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) untuk disumbangkan kepada korban bencana alam di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Panen Raya Serentak ini secara resmi dibuka Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Jenderal Pol (Purn) Agus Andrianto didampingi Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi.Laporan Dirjen Mashudi mengungkapkan tahun 2026, program ketahanan pangan Pemasyarakatan telah melibatkan 12.146 warga binaan dengan pemanfaatan lahan produktif seluas 44,2 hektare di seluruh Indonesia.

Dirjen Mashudi menambahkan, total hasil panen nasional tahun 2026 mencapai sekitar 123,5 ton terdiri dari komoditas pertanian sebanyak 99 ton, peternakan 4 ton, dan perikanan 19 ton, dengan nilai premi atau upah bagi warga binaan mencapai lebih dari Rp.905 juta.

Sementara itu, Menteri Agus Andrianto dalam sambutannya menyebutkan, hasil dan keuntungan kegiatan ini didedikasikan untuk solidaritas sosial, termasuk pembangunan sumur bor di daerah terdampak bencana, serta mendorong seluruh Kepala UPT untuk terus berinovasi dalam mendukung ketahanan pangan nasional.(als)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *