Edukasi Siswa SMKN 2 P.Sidimpuan, PT. AR dan Astra Himbau Jaga Keselamatan Berkendara

  • Bagikan
Ket.Foto : Yayan Nuryawan, Superintendent - Community Services PT AR, Michael, Marketing Communication Sub Dept Astra Motor dan Kepala SMKN 2 Padangsidimpuan, Zendro Hasibuan foto bersama dengan peserta Pelatihan Simulator Safety Riding di SMKN 2 Padangsidimpuan, Kamis (9/4/2026). Ist. 
Ket.Foto : Yayan Nuryawan, Superintendent - Community Services PT AR, Michael, Marketing Communication Sub Dept Astra Motor dan Kepala SMKN 2 Padangsidimpuan, Zendro Hasibuan foto bersama dengan peserta Pelatihan Simulator Safety Riding di SMKN 2 Padangsidimpuan, Kamis (9/4/2026). Ist. 

P.SIDIMPUAN (beritasore.co.id) : PT.Agincourt Resources (AR), pengelola Tambang Emas Martabe bekerjasama dengan PT. Astra Internasional Tbk berikan pelatihan dan edukasi kepada siswa SMKN 2 Padangsidimpuan agar disiplin dan patuh terhadap aturan keselamatan menggunakan kenderaan bermotor, Kamis (9/4/2026).

Edukasi keselamatan berkendara melalui Pelatihan Simulator Safety Riding yang digelar di Aula SMKN 2, Jl.Sutan Soripada Mulia, Sadabuan, Padangsidimpuan dikhususkan bagi siswa kelas 10 dan 11, terutama bagi siswa yang udah menggunakan sepeda motor.

Yayan Nuryawan, Superintendent – Community Services PT AR mengatakan Pelatihan Simulator Safety Riding ini bertujuan untuk melatih sekaligus memberikan pemahaman kepada siswa betapa pentingnya menjaga keselamatan dalam berkendara mengingat sudah banyak korban akibat kurang peka terhadap keselamatan berkendara.

Untuk itu, ia meminta kepada peserta pelatihan untuk serius mengikuti kegiatan tersebut. “Setelah pelatihan pelatihan ini, jangan sampai adek-adek peserta pelatihan tidak gunakan helm saat berkendara,” ucapnya sambil menjelaskan bahwa PT AR cukup peduli dengan pendidikan.

Michael, Marketing Communication Sub Dept Astra Motor menekankan bahwa sepeda motor sebagai alat tranportasi jangan sampai dianggap sebagai pembunuh.”Padahal kita yng salah gunakan dan akhirnya bisa mencelakai kita sendiri,” tuturnya.

Menurutnya, ilmu tentang menggunakan sepeda motor harus dipahami dengan benar agar tingkat kecelakaan dan risiko akibat kecelakaan berkendara dapat diminimalisir. “Kita ingin SMKN 2 Padangsidimpuan jadi contoh dalam. berkendara sepeda motor,” ujar Michael.

Kepala SMKN 2 Padangsidimpuan, Zendro Hasibuan mengucapkan terimakasih kepada PT AR dan PT Astra Internasional Tbk yang telah memberikan pelatihan dan edukasi kepada siswa tentang keselamatan berkendara dengan sepeda motor.”Ini termasuk peningkatan kompetensi siswa,” katanya.

Ia mengungkapkan, selain memberikan Pelatihan Simulator Safety Riding kepada siswa, PT AR sebelumnya juga telah memberikan bantuan kepada SMKN 2 Padangsidimpuan berupa renovasi gedung, mobiler, satu unit komputer dan pengecatan lapangan pada November 20205.

Atas perhatian dari PT AR dan PT Astra tersebut, Zendro Hasibuan menegaskan sejalan dengan visinya dalam membangun SMKN 2 Padangsidimpuan.Ia menjelaskan bahwa target utama lulusan SMKN 2 adalah lulusan yang siap pakai.

Noval Yunaidi, Instruktur Safety Riding Honda, astra motor bengkulu sebagai pemateri dan pelatih dalam pelatihan itu menjelaskan bahwa berdasarkan data yang ada, pada tahun 2025 tercatat 144.605 kecelakaan lalu lintas dan 77 % diantaranya kecelakaan sepeda motor dan 53 % korban kecelakaan rata-rata berusia 15,39 tahun.

Menurutnya, 6 prilaku berkendara penyebab kecelakaan yakni ceroboh terhadap lalu.lintas di depan, tidak menjaga jarak aman saat berkendara, berkendara melewati batas kecepatan, ceroboh saat berbelok, ceroboh saat mendahului dan berkendara dalam kondisi lelah.

Ditanya tentang perlengkapan keselamatan yang diberikan peserta pelatihan, Michael, Marketing Communication Sub Dept Astra Motor mengungkapkan diberikan helm dan perlengkapan keselamatan lainya.”SMKN 2 termasuk spesial, bisa jadi percontohan,” ungkapnya.

Ia menuturkan bahwa SMKN 2 Padangsidimpuan merupakan sekolah ke empat yang diberikan Pelatihan Simulator Safety Riding.”Yang pertama di Semarang, Jawa Tengah, kedua di Solo dan di SMK 5 di Bali dan SMKN 2 Padangsidimpuan yang sempat,” jelasnya.

Michael menambahkan Pelatihan Simulator Safety Riding berbeda dengan ujian simulator SIM.”Berbeda dengan yang di Polisi.Yang di Polisi itu aral lintang, sednagkan disini lebih kepada keselamatan berkendara,” ujarnya.

Pelatihan Simulator Safety Riding ini, lanjutnya merupakan bagian dari motivasi agar dalam berkendara menggunakan helm, sarung tangan, pelindung siku, body protektor dan sepatu. “Nanti mereka akan paham kalau tidak itu, maka jika kecelakaan dampaknya seperti apa,” tutupnya.(wmi).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *