BATUBARA (beritasore.co.id): Pemkab Batubara menyahuti aspirasi masyarakat 12 Desa Kecamatan Air Putih dan Kecamatan Sei Suka yang kekeringan sehingga diduga gagal tanam dan gagal panen.
Bupati Batubara H Baharuddon Siagian SH, MSi dan Wakil Bupati Batubara Syafrizal SE, MAP langsung menerjunkan alat berat (exavator) mengeruk sungai sepanjang Limpasan Ramania Desa Perkotaan, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara pada Rabu (28/1/2026).
Kepada sejumlah wartawan Ketua Masyarakat Pecinta Lingkungan (Mapel) Kabupaten Batubara Ramadhan Zuhri, SH mengapresiasi Pemkab Batubara. Sebelumnya Mapel telah membuat Statemen meminta Bupati Batubara segera mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Pertanian yang diduga belum memberikan solusi sesuai kebutuhan masyarakat.
Katanya, desakan Mapel bukan tidak beralasan. “Alhamdulillah desakan itu membuahkan hasil. Nasib para petani menjadi perhatian serius Pemkab Batubara,” ungkap Ramadhan.
Hasil investigasi Mapel yang turun ke lapangan memantau lokasi terjadinya kekeringan di 12 desa akibat debit aliran air tidak mengalir dari sungai Limpasan Ramania dan Hulu Sungai Tanjung Sei Manggar.Perlu dilakukan normalisasi.
Ramadhan menyebut sektor pertanian seharusnya menjadi tulang punggung ekonomi daerah, dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Kekeringan itu diduga Kadis Pertanian Batubara tidak mendukung program Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto dalam swasembada dan ketahanan pangan.(als)















