Pengunjuk Rasa anti Perang di Sekitar Gedung Putih

  • Bagikan
Sejumlah warga kota membentangkan poster saat aksi unjuk rasa menentang serangan AS-Israel terhadap Iran, di New York, Amerika Serikat, Sabtu (28/2/2026). Ratusan warga New York berkumpul di Times Square dan berjalandi sepanjang jalan-jalan di Kota New York untuk memprotes serangan udara AS-Israel terhadap Iran pada hari Sabtu. (ant/Xinhua)

ISTANBUL (beritasore.co.id) : Pengunjuk rasa anti-perang menggelar aksi di sekitar Gedung Putih dan Times Square, New York, untuk menentang keterlibatan militer Washington menyusul wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Aksi tersebut diselenggarakan oleh koalisi kelompok sayap kiri, termasuk ANSWER Coalition, National Iranian American Council, 50501, American Muslims for Palestine, People’s Forum, Palestinian Youth Movement, CodePink, Black Alliance for Peace, dan Democratic Socialists of America.

Aksi-aksi lain juga dilakukan di kota-kota besar AS pada Sabtu, termasuk Atlanta, Boston, Chicago, dan Los Angeles, sementara demonstrasi lanjutan direncanakan berlangsung pada Minggu di sejumlah kota yang lebih kecil, antara lain Albany, Chattanooga, Gainesville, dan Springfield, menurut The Guardian

Para penyelenggara mengecam serangan Amerika terhadap Iran yang mereka sebut ilegal dan berpotensi menjadi tindakan perang yang dapat menyebabkan “kematian dan kehancuran”, seraya mendesak masyarakat di seluruh AS untuk menolak eskalasi militer lebih lanjut dengan turun ke jalan untuk menyuarakan pendapat mereka.

American Civil Liberties Union bersama sejumlah anggota parlemen Demokrat juga mendesak Kongres menghentikan aksi militer terhadap Iran, dengan menegaskan bahwa Konstitusi AS mengharuskan persetujuan legislatif atas penggunaan kekuatan militer.

Sejak Sabtu pagi, Israel dan AS telah melancarkan serangan di beberapa kota di Iran dan menewaskan pemimpin tertinggi Khamenei serta sejumlah pejabat keamanan tinggi lainnya.

Sebagai tanggapan, Iran melancarkan serangan drone dan rudal terhadap Israel dan aset AS di kawasan yang mendorong banyak negara Teluk untuk menutup wilayah udara mereka.

Setelah kematian Khamenei, pemerintah Iran berjanji akan membalas dendam, mengumumkan masa berkabung selama 40 hari, dan membentuk dewan sementara hingga penggantinya terpilih. (ant/Anadolu)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *