MEDAN (beritasore.co.id): Bulog Kanwil Sumatera Utara terus berupaya dalam mengendalikan harga minyak agar sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditentukan pemerintah.
Sejak awal tahun hingga saat ini, Bulog Sumut telah mendistribusikan Minyakita lebih dari 4 juta liter ke seluruh wilayah Sumut.
Minyakita di Bulog Sumut didistribusi melalui banyak saluran yaitu melalui pengecer di pasar-pasar tradisional, Koperasi Merah Putih, Koperasi/Outlet Instansi Pemerintah, dan RPK/Pengecer di luar pasar.
Seperti diketahui, Bulog telah diberikan tugas sebagai salah satu Distributor 1 (D1) dari produsen Minyakita.
Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto Kamis (12/3/2026) menegaskan komitmennya menjual Minyakita ke pengecer dengan harga Rp14.500 per liter dan mengimbau pengecer agar menjual ke konsumen akhir maksimal sebesar Rp15.700 per liter.
Terkait HET Minyakita di pasar tradisional yang masih ditemukan berada di atas HET, Budi pun memberikan penjelasan, itu mungkin karena pengecer sebelumnya masih punya stok dari distributor lain. “Sehingga kalau pengecernya beli dari Bulog kami yakin mereka menjual maksimal di Rp15.700/liter,” katanya
“Di tiap pengecer Bulog ada spanduknya” tambah Budi lagi.
Untuk itu kata Budi, pihaknya terus berupaya untuk mengajak para pedagang pengecer agar bermitra dengan Bulog sehingga mereka akan mendapatkan harga Minyakita yang sesuai dengan ketentuan.
Budi menjelaskan sangat mudah untuk menjadi mitra Bulog hanya dengan memenuhi beberapa persyaratan diantaranya memiliki NIB sebagai pedagang pengecer, dan berkomitmen menjual dengan harga HET.
“Harapannya tidak ditemukan lagi pedagang yang menjual Minyakita diatas HET yang telah ditetapkan Pemerintah, agar konsumen tidak perlu risau dan merasa dirugikan,” pungkas Budi. (rel/wie)















