MEDAN (Berita): Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara (BPS Sumut) mencatat pada Juni 2023, seluruh kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumut yang berjumlah lima kota mengalami inflasi yoy. Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 3,88 persen dengan IHK sebesar 117,60 dan terendah terjadi di Gunungsitoli sebesar 1,01 persen dengan IHK sebesar 114,79 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Nurul Hasanudin mengatakan hal itu pada Rilis Berita Resmi Statistik yang digelar secara online Senin (3/7).
“Perkembangan harga berbagai komoditas pada Juni 2023 di lima kota Indeks Harga Konsumen (IHK) Sumut secara umum menunjukkan adanya kenaikan,” katanya.
Berdasarkan hasil pemantauan BPS, pada Juni 2023 terjadi inflasi tahunan (yoy) sebesar 2,55 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 110,71 pada Juni 2022 menjadi 113,54 pada Juni 2023.
Sementara, tingkat inflasi bulanan (mtm) sebesar 0,31 persen dan tingkat inflasi year to date (ytd) sebesar 0,68 persen. Inflasi yoy terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks harga kelompok pengeluaran.
Kelompok pengeluaran itu yakni kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,36 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 3,47 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,30 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,90 persen.
Kemudian, lanjutnya, kelompok kesehatan sebesar 2,03 persen, kelompok transportasi sebesar 11,82 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,29 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 7,57 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,55 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,38 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,09 persen.
“Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi yoy pada Juni 2023, antara lain bensin, beras, rokok kretek filter, angkutan dalam kota, daging ayam ras, bawang putih, dan sewa rumah.
Sementara komoditas yang memberikan andil deflasi yoy, antara lain cabai merah, bawang merah, minyak goreng, cabai rawit, angkutan udara, tomat, dan cabai hijau,” pungkasnya.
Ia menyebut, beberapa komoditas yang dominan memberikan andil inflasi mtm pada Juni 2023, antara lain, daging ayam ras, cabai merah, telur ayam ras, bawang putih, sawi hijau, bakso siap santap, dan rokok kretek filter.
Sementara komoditas yang memberikan andil deflasi mtm, antara lain, bensin, ikan tongkol/ambu-ambu, jeruk, ikan dencis, angkutan udara, pepaya, dan emas perhiasan. (wie)















