Breaking News
Memuat breaking news...

YSLI Lepasliarkan 300 Tuntong Laut Serta Penanaman 500 Pohon Mangrove Di Pantai Ujung Tamiang

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 19 September 2026 - 10.34 PM WIB
5
YSLI Lepasliarkan 300 Tuntong Laut Serta Penanaman 500 Pohon Mangrove Di Pantai Ujung Tamiang
Teks foto : Saat melepasliarkan 300 anakan (tukik) Tuntong Laut dan penanaman 500 batang pohon mangrove oleh YSLI di pantai Ujung Tamiang atau dengan sebutan Kuala Pusong Kapal, Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (19/9/2026).
Reading Comfort
adjust the font size

KUALASIMPANG (beritasore.co.id): Deputy Bisnis PT. Pegadaian (Persero) Area Aceh, Sahputra Adriansyah, mewakili Kanwil wilayah 1 Medan sangat mengapresiasi atas kinerja Yayasan Satucita Lestari Indonesia (YSLI) terhadap pelestarian satwa dilindungi bernama Tuntong Laut (Borneoensis) yang menurutnya bukan pekerjaan yang gampang dikerjakan oleh banyak kalangan.

"Pegadaian yang ingin dari sebuah gerakan bersama untuk menjaga lingkungan, tentunya yang di mana lingkungan ini ketika kita memiliki pemahaman yang sama gerak yang sama dan langkah yang sama ujungnya nanti kita bisa memberikan sesuatu yang baik untuk alam dan lingkungan disekitar kita," ungkap Sahputra Adriansyah.

Hal itu disampaikan Adriansyah dalam kegiatannya melepasliarkan 300 anakan (tukik) Tuntong Laut dan penanaman 500 batang pohon mangrove di pantai Ujung Tamiang atau dengan sebutan Kuala Pusong Kapal, Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (19/9/2026).

Disebutkan Adriansyah, kedatangan dirinya dan beserta jajaran dari Pegadaian bukan semata-mata sebagai pemberi dukungan saja terhadap sebuah kegiatan yang dilakukan YSLI terhadap pelestarian Tuntong Laut dan ekosistemnya, tetapi ujar dia dalam hal ini pihak Pegadaian yang ingin dari sebuah gerakan bersama untuk menjaga lingkungan.

"Tentunya yang di mana lingkungan ini ketika kita memiliki pemahaman, langkah dan tujuan yang sama, tentunya bagi generasi penerus kita, karena pastinya ketika kita bicara hal-hal yang seperti ini, ketika sifatnya hanya bersifat tertentu Kita bisa terus untuk menjaga kelestarian yang ada di sekitar kita bagi diri sendiri," ujarnya.

Imbuhnya lagi, Tuntong Laut bukan hanya sekadar satwa, tetapi ini juga merupakan bagian dari ekosistem pesisir, sungai, mangrove dan pantai yang pastinya menjadi kekayaan alam di Aceh Tamiang.

Ketika berbicara tentang laut ada satu hal yang sangat bermakna dalam penyampaian Adriansyah, yaitu tentang peran dan tanggungjawab menjaga kelangsungan hidup satwa Tuntong Laut beserta ekosistemnya.

"Yang akan kita lakukan hari ini, yaitu pelepasan tukik Tuntong Laut, karena ini bukanlah akhir dari sebuah kegiatan kita, tapi adalah awal dari sebuah tanggung jawab untuk memastikan habitatnya tetap terjaga, tanggung jawab untuk memastikan masyarakat tetap ikut menjaganya, kemudian juga menjadi pengunjung bersama kita untuk memastikan bahwa,' sebutnya.

Adriansyah melanjutkan, dari 7000 tukik yang telah dilepasliarkan oleh Yayasan Satucita Lestari Indonesia sejak tahun 2012 lalu, nantinya bisa menjadi penyokong ekosistem yang ada di sekitar Kabupaten Aceh Tamiag.

Secara gamblang Adriansyah menyatakan apresiasi yang sangat luar biasa kepada Ketua YSLI beserta tim pengurus dan crew kerja, sebab menurutnya, disaat yang seperti ini masih ada pihak-pihak yang sangat peduli dengan perkembangan lingkungan yang ada disekelilingnya.

Dan tentunya, Sambung Adriansyah, saat ini pihak Pegadaian telah berkolaborasi dengan Yayasan YSLI dalam kegiatan tersebut. Dia berharap ini bisa menjadi langkah awal untuk terus menjadi penyemangat bagi masyarakat sekitar untuk berkiprah dan berperan dalam menjaga ekosistem, Manggrove berserta satwa Tuntong Laut. (hen)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait