Breaking News
Memuat breaking news...

Warga Puncak Sorik Marapi Keluhkan Jalan Menuju Sentra Produksi

Redaksi
Redaksi
Kamis, 17 September 2026 - 12.23 PM WIB
3
Warga Puncak Sorik Marapi Keluhkan Jalan Menuju Sentra Produksi
Reading Comfort
adjust the font size

MANDALING NATAL (beritasore.co.id): Warga Desa Hutanamale, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal, mengeluhkan kondisi jalan menuju sentra produksi pertanian di Dusun Hutanamale Julu yang rusak parah. Kekecewaan warga memuncak karena minimnya respons dari anggota DPRD Madina periode 2024-2029 di daerah pemilihan tersebut.

Keluhan itu disampaikan warga saat wartawan bersama pengurus Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) meninjau langsung lokasi jalan pada Selasa, 16 September 2025.

"Soal wakil rakyat yang kami pilih pada Pemilu Legislatif 2024 lalu, kami merasa salah pilih. Untuk memperjuangkan peningkatan jalan ke sentra produksi pertanian di Dusun Hutanamale Julu ini, hanya satu wakil rakyat yang mau bicara," ujar Nasution, warga Desa Hutanamale.

Nasution menyebut, satu-satunya anggota DPRD yang merespons keluhan tersebut adalah H. Erwin Efendi Nasution, SH dari Fraksi Partai Golkar.

Saat dikonfirmasi terpisah pada Selasa malam, Erwin membenarkan adanya keluhan warga tersebut.

"Harapan yang disampaikan masyarakat kepada pemerintah tentu harus menjadi perhatian khusus untuk bisa direalisasikan pembangunannya," kata Erwin.

Menurutnya, pembangunan jalan sepanjang 3 kilometer tersebut perlu memperhatikan regulasi dan kemampuan keuangan daerah. Ia juga membuka opsi lain melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah Hutanamale.

"Untuk sepanjang 3 Km mungkin terlalu membebani, tetapi itu nanti tergantung pihak OPD terkait dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD yang bisa menilai skala prioritasnya," ujarnya.

Sementara itu, warga menyebut enam anggota DPRD lainnya dari Dapil Puncak Sorik Marapi belum memberikan tanggapan terkait keluhan tersebut. Keenamnya adalah Indah Annisa (Golkar), Muslim Pulungan (PKB), Awaluddin (NasDem), Muhammad Rizky Habibi (Gerindra), Irham Syahri Nasution (PAN), dan Rahmat Risky (Demokrat).

"Padahal kita tahu bersama, bahwa wakil rakyat itu digaji untuk berbicara, bukan untuk bungkam dan membisu," kata warga lainnya bermarga Rangkuty.

Hingga berita ini diturunkan, wartawan masih berupaya meminta konfirmasi kepada keenam anggota DPRD lainnya terkait keluhan warga tersebut.(Syah).

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait