Breaking News
Memuat breaking news...

Wali Kota Tebingtinggi Pimpin Tanam Bawang Merah

Redaksi
Redaksi
Selasa, 9 Juni 2026 - 10.47 PM WIB
94
Wali Kota Tebingtinggi Pimpin Tanam Bawang Merah
Reading Comfort
adjust the font size

TEBINGTINGGI (beritasore.co.id): Walikota Tebingtinggi H Irdian Iman Saragih memimpin Gerakan Tanam Serentak Bawang merah yang dipusatkan dilahan Kelompok Tani Sumber Rezeki Kelurahan Mekar Sentosa, Kec Rambutan, Selasa (09/06).

Gerakan Tanam Serentak Bawang Merah ini, menurut Walikota merupakan gerakan cepat Pemerintah kota menyiapkan langkah strategis untuk mengawal stabilitas harga pangan dan menekan laju inflasi.


" Pemko Tebingtinggi harus bergerak cepat menyiapkan langkah strategis untuk mengawal stabilitas harga pangan dan bisa menekan laju inflasi.

Hari ini, langkah strategis itu kita awali dengan menanam bawang merah bersama sama dalam gerakan serentak," terang Irdian Selasa dihadapan para petani dan warga yang menyaksikan.

Aksi tanam serentak ini diintegrasikan dengan pelaksanaan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tebing Tinggi sebagai upaya nyata dalam memperkuat ketahanan pangan lokal, lanjutnya.

Sebab kata Walikota yang didampingi Sekretaris Daerah Erwin Suheri Damanik dan sejumlah pimpinan OPD terkait, menegaskan bawang merah merupakan salah satu komoditas yang perlu mendapat perhatian karena berpotensi memberikan kontribusi untuk kenaikan inflasi.

“Oleh karena itu melalui TPID, Pemerintah Kota Tebingtinggi terus melakukan pemantauan dan analisis terhadap perkembangan harga pasar serta melaksanakan berbagai langkah preventif dan korektif guna mengendalikan inflasi, ” ujar Wali Kota.

Pada kesempatan itu, Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara yang telah memberikan dukungan nyata berupa bantuan sarana budidaya bawang merah kepada para petani lokal.

"Kolaborasi harmonis antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan kelompok tani harus terus diperkuat agar program pengendalian inflasi ini berdampak jangka panjang dan berkelanjutan," tambahnya sembari memotivasi para petani agar semakin produktif mengembangkan budidaya bawang merah maupun komoditas hortikultura lainnya sehingga mampu meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tebing Tinggi, Iboy Hutapea, melaporkan bahwa Kelurahan Mekar Sentosa merupakan salah satu sentra pertanian yang tidak hanya mengembangkan bawang merah, tetapi juga padi sawah, cabai merah, serta berbagai jenis sayuran seperti sawi, bayam, kangkung, timun dan kacang panjang.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pada musim tanam kali ini, luas areal persawahan yang telah ditanami mencapai 791 hektare.

Sementara itu, untuk Gerakan Tanam Serentak Bawang Merah kali ini memanfaatkan lahan produktif seluas dua hektare milik Kelompok Tani Sumber Rezeki.

“Melalui kegiatan ini diharapkan minat petani untuk membudidayakan bawang merah semakin meningkat. Dengan harga jual yang masih cukup baik di tingkat petani, komoditas ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani,” kata Iboy Hutapea.

Menurutnya, tingginya biaya produksi, terutama untuk pengadaan bibit, pupuk, pestisida dan sarana produksi lainnya, menjadi tantangan yang dihadapi petani.

Karena itu, dukungan berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia, sangat dibutuhkan guna membantu keberlanjutan usaha tani bawang merah di Kota Tebing Tinggi.

Asisten Direktur Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Tutut Tiana, mengatakan Bank Indonesia berkomitmen mendukung berbagai program pengendalian inflasi di daerah.

Selama ini, kerja sama dengan Pemerintah Kota Tebing Tinggi telah dilakukan melalui sejumlah program, seperti pengembangan kelompok tani cabai merah, peluncuran Toko Pemantau Inflasi (Topis), hingga pelatihan sistem peringatan dini (early warning system) untuk pemantauan harga pangan.

“Inflasi yang terkendali sangat penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, Bank Indonesia terus mendukung berbagai program pengendalian inflasi, termasuk melalui subsidi ongkos angkut komoditas pangan dan penguatan kapasitas pemerintah daerah dalam memantau perkembangan harga.

Mengingat keterbatasan lahan pertanian di Kota Tebing Tinggi, diperlukan strategi penguatan pasokan melalui perdagangan antarwilayah agar ketersediaan pangan tetap terjaga dan harga tetap stabil,” terang Tutut Tiana.

Pada momentum tersebut, Wali Kota Tebing Tinggi turut menyerahkan bantuan stimulan berupa bibit cabai merah dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian kepada para petani.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penanaman bibit bawang merah secara simbolis oleh Wali Kota bersama jajaran Forkopimda, perwakilan Bank Indonesia, perangkat daerah serta para petani.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Reza Aghista, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Marimbun Marpaung, Kepala Satpol PP Benny Erikson Hamonangan Hutajulu, Camat Rambutan Muhammad Hersan Koto, Kabag Perekonomian dan SDA Safaruddin, Kepala BPS Tebing Tinggi Azantaro, serta para kelompok tani di Kecamatan Rambutan.(Yan)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait