Breaking News
Memuat breaking news...

Wali Kota Gunungsitoli Pimpin Tanam Perdana Cabai di Tuhegeo I

Redaksi
Redaksi
Rabu, 9 September 2026 - 4.20 PM WIB
7
Wali Kota Gunungsitoli Pimpin Tanam Perdana Cabai di Tuhegeo I
Reading Comfort
adjust the font size

GUNUNGSITOLI (beritasore.co.id): Pemerintah Kota Gunungsitoli memperkuat komitmen mewujudkan kedaulatan pangan daerah melalui pendampingan berkelanjutan terhadap kelompok tani. Komitmen tersebut ditandai dengan penanaman perdana cabai merah keriting dan cabai rawit yang dipimpin langsung Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli, SE, M.Si, di Desa Tuhegeo I, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Rabu (09/09/2026).

Wali Kota Sowa’a Laoli mengapresiasi kinerja penyuluh pertanian yang aktif mendampingi petani di lapangan. Menurutnya, gerakan tanam ini bukan sekadar memenuhi kebutuhan pangan sesaat, tetapi langkah strategis untuk memutus ketergantungan pasokan dari luar daerah.

“Ini adalah langkah strategis. Kita ingin memastikan kebutuhan pangan masyarakat dipenuhi dari hasil produksi sendiri. Jika petani berdaya, kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat,” tegas Wali Kota.

Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kota Gunungsitoli, Oktameyer P. Samosir dalam laporannya menjelaskan, penanaman kali ini menggunakan sistem tumpang sari antara cabai dengan padi gogo rancah varietas Situ Bagendit. Pola ini dinilai efektif untuk mengoptimalkan lahan dan mendongkrak produktivitas.

Adapun pelaksana kegiatan adalah Kelompok Tani Pemula Desa Tuhegeo I. Kelompok ini kini telah memasuki periode tanam ketiga, setelah sebelumnya sukses membudidayakan jagung. Capaian ini menjadi indikator meningkatnya kapasitas dan kemandirian petani.

Pemko Gunungsitoli berharap model pendampingan ini dapat direplikasi ke kelompok tani lain di seluruh wilayah Kota Gunungsitoli, sehingga dampaknya lebih luas terhadap ketahanan pangan daerah.

Kegiatan ini disambut antusias oleh petani. Anggota kelompok tani, Murni Hura mengaku sangat terbantu dengan program pendampingan tersebut.

“Kami sangat senang dengan perhatian pemerintah. Sekarang sebagian kebutuhan pangan sudah bisa kami penuhi sendiri tanpa harus selalu membeli di pasar,” ujarnya.

Hal senada disampaikan warga Desa Tuhegeo I, Tiati Larosa. Ia menilai program ini berdampak langsung pada ekonomi rumah tangga.

“Masyarakat sangat terbantu. Kebutuhan sehari-hari bisa dipenuhi dari hasil sendiri, jadi tidak selalu bergantung pada pasar. Semangat bertani juga jadi meningkat,” katanya.

Melalui gerakan tanam perdana ini, Pemko Gunungsitoli menegaskan fokusnya pada kemandirian pangan berbasis potensi lokal sebagai fondasi ketahanan pangan yang inklusif dan berdaya saing. (KZ)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait