Tragedi Ledakan Gas Elpiji di Cikarang Utara, 2 Tewas Ayah dan Anak, 4 Luka BakarTragedi Ledakan Gas Elpiji di Cikarang Utara, 2 Tewas Ayah dan Anak, 4 Luka Bakar

BEKASI (beritasore.co.id): Ledakan dahsyat diduga akibat kebocoran tabung gas elpiji terjadi di Kampung Pulo Kapuk RT 01/RW 05, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Insiden tersebut menyebabkan satu keluarga berjumlah enam orang menjadi korban luka bakar, dua di antaranya meninggal dunia.
Dua korban meninggal adalah Deni Setiawan (36) dan putranya, Raihan Alfarizky (7). Keduanya sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Kabupaten Bekasi sebelum dinyatakan meninggal.
Peristiwa tragis itu terjadi pada Sabtu (30/8) sekitar pukul 04.00 WIB. Menurut keterangan keluarga korban, Tami (55), ledakan bermula saat Enah, ibu korban, tengah memasak dan menghangatkan nasi di dapur.
Diduga tabung gas mengalami kebocoran. Enah kemudian meminta bantuan menantunya untuk memperbaiki.
"Katanya itu gas ada yang bocor. Dia minta tolong sama menantunya, minta dibenerin," ujar Tami yang rumahnya bersebelahan dengan lokasi kejadian.
Tak lama berselang, ledakan keras terdengar. "Satu kali meledak. Pokoknya meledak gitu kedengarannya," katanya.
Keterangan serupa disampaikan Satgas Kesehatan Desa Mekarmukti, Suta (41). Ia mengetahui kejadian setelah didatangi Aisah (15), salah satu korban.
"Awalnya kejadiannya sekitar jam 4 pagi. Saya tahu dari anaknya si Aisah. Anak itu ke rumah saya, 'Bu, minta tolong. Ini kebakaran, ibu saya sudah luka'," tutur Suta.
Saat tiba di lokasi, Suta mendapati para korban sudah berada di depan rumah dengan kondisi luka bakar.
"Gasnya bocor, terus dia mau ganti, ternyata sudah ada api. Sudah kena semua langsung satu ruangan," jelasnya.
Akibat ledakan tersebut, api dengan cepat menyambar dan membakar orang-orang yang berada di dalam satu ruangan.
Keenam korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit. Tiga korban dilarikan ke RSUD Kabupaten Bekasi, sementara tiga lainnya dibawa ke Rumah Sakit Sentra Medika.
Dua korban yang meninggal mengalami luka bakar sangat parah, mencapai lebih dari 90 persen. "Dua korban yang meninggal itu luka bakarnya di atas 90 persen, sudah full, kayaknya sudah 100 persen," ungkap Suta.
Sementara itu, empat korban lain masih dalam perawatan. Enah, yang menjadi awal mula kejadian, kini dirawat di ruang ICU RSUD Kabupaten Bekasi dengan luka bakar sekitar 90 persen dan kondisinya belum bisa dipastikan karena belum boleh dijenguk.
Korban lainnya, Amelya Putri, dirawat dengan luka bakar di kaki dan tangan di bawah 50 persen. Sedangkan Buyin dan Aisah (15) dirawat di RS Sentra Medika, dengan Aisah mengalami luka bakar di kedua kaki.
Pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti ledakan tersebut.
"Sementara masih kami dalami ya. Hasil keterangan saksi akibat tabung gas," kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Jerico Chandra saat dikonfirmasi Minggu (30/8).(Cnn).








Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda