Terima Audiensi SMSI dan Forwaka, Bupati Nias Barat Tegaskan Komitmen Berantas Pungli Dana DesaTerima Audiensi SMSI dan Forwaka, Bupati Nias Barat Tegaskan Komitmen Berantas Pungli Dana Desa

NIAS BARAT (beritasore.co.id): Pemerintah Kabupaten Nias Barat memfokuskan pembangunan pada sektor produktif yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat, dengan prioritas pembenahan menyeluruh di tingkat desa.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Nias Barat Dr. Eliyunus Waruwu, S.Pt., M.Si., saat menerima audiensi Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kepulauan Nias dan Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka) Gunungsitoli di ruang kerjanya di Lahomi, Rabu (19/8/2026).
Dalam pertemuan itu, Eliyunus menegaskan tidak akan memberi toleransi terhadap praktik pungutan liar (pungli) dan setor-menyetor dalam pengelolaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD).
"Kita telah sepakat bahwa satu rupiah APBD harus berdampak untuk rakyat. Dana Desa bukan barang mainan, bukan lahan korupsi, dan bukan lahan bagi-bagi kue di tingkat desa," tegas Eliyunus.
Ia merinci, Nias Barat memiliki 105 desa yang tersebar di 8 kecamatan. Pada tahun anggaran 2026, total Dana Desa mencapai lebih dari Rp44 miliar, ditambah Alokasi Dana Desa sebesar Rp56 miliar.
"Alangkah sayangnya jika uang sebesar ini tidak tepat sasaran. Mari kita bersama-sama mengawal agar harapan Presiden, harapan negara, dan harapan masyarakat bisa terwujud," ujarnya.
Bupati memastikan selama 1,5 tahun kepemimpinannya, praktik pungli terkait Dana Desa sudah tidak ada lagi. Komitmen yang sama juga diterapkan di lingkungan Pemkab Nias Barat.
"Saya pastikan tidak ada lagi budaya pungut-memungut dan setor-menyetor. Termasuk praktik suap-menyuap dan jual beli jabatan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah," katanya.
Ajak Media Kolaborasi
Pada kesempatan itu, Eliyunus juga mendorong kolaborasi dengan media untuk mendukung percepatan pembangunan dan meningkatkan literasi masyarakat. Ia meyakini pers memiliki peran strategis sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat.
Mantan Rektor Universitas Nias itu menilai, kolaborasi dengan SMSI Kepulauan Nias dan Forwaka Gunungsitoli akan membuat penyebaran informasi menjadi lebih akurat dan efektif.
"Kalau ini bisa terkoordinir dengan baik, percepatan informasi kepada masyarakat akan sangat membantu," ucapnya.
Ia mengajak insan pers untuk bersama-sama mengawal program pembangunan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dan Pemerintah Kabupaten Nias Barat dengan informasi yang akurat, berimbang, dan berbasis data.(KZ).








Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda