Breaking News
Memuat breaking news...

Terdampak Kabut Asap, ISPU Medan Tembus 136

Redaksi
Redaksi
Rabu, 14 Oktober 2026 - 2.37 PM WIB
4
Terdampak Kabut Asap, ISPU Medan Tembus 136
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (beritasore.co.id): Kualitas udara di Kota Medan memburuk akibat sebaran kabut asap lintas batas dari wilayah lain di Pulau Sumatera.

Berdasarkan data Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (AQMS) Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan per Selasa (14/10/2026) pukul 07.00 WIB, kualitas udara di Jalan Pinang Baris, Kecamatan Medan Sunggal, tercatat masuk kategori Tidak Sehat dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) 136.

Sementara di Jalan Jenderal Besar A.H. Nasution, Kecamatan Medan Johor, kualitas udara masih berada di kategori Sedang dengan ISPU 83.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Melvi Marlabayana, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan intensif menyusul perubahan kondisi udara tersebut.

"Pemantauan kualitas udara terus menjadi perhatian kami menyusul sebaran kabut asap yang terbawa angin ke wilayah Sumatera Utara," ujar Melvi, Selasa (14/10).

Ia menjelaskan, sebaran kabut asap lintas batas tersebut berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah di Pulau Sumatera, yang diperparah oleh faktor cuaca dan pergerakan angin.

Berdasarkan data AQMS pukul 07.00 WIB, polutan dominan di kawasan Jalan Pinang Baris adalah PM2.5 dengan ISPU 136, disusul PM10 sebesar 84 dan SO2 sebesar 58. Sementara di kawasan Jalan Jenderal Besar A.H. Nasution, polutan dominan adalah PM10 dengan ISPU 83.

Menurut Melvi, pada peta pemantauan, zona biru menunjukkan kualitas udara yang masih dapat diterima bagi kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan. Sedangkan zona kuning menandakan kondisi yang dapat merugikan kesehatan bagi kelompok sensitif.

Merespons kondisi tersebut, pihaknya mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat udara tampak pekat atau jarak pandang menurun.

"Warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker standar," tutupnya. (MZ)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait