Breaking News
Memuat breaking news...

Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Penutupan 7 Bandara Diperpanjang

Redaksi
Redaksi
Senin, 7 September 2026 - 6.31 AM WIB
2
Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Penutupan 7 Bandara Diperpanjang
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (beritasore.co.id): Sebanyak tujuh bandar udara di wilayah Jawa dan Sumatra memperpanjang penutupan operasional akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada Minggu, 6 September 2026.

Perpanjangan penutupan tersebut diumumkan Otoritas Bandar Udara Wilayah I Kelas Utama dan Kementerian Perhubungan melalui akun media sosial resmi @otbansatu dan @kemenhub151 pada Senin, 7 September 2026, dini hari.

"Tujuh Bandar Udara di Wilayah Kerja Kantor Otban I yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengalami penghentian operasional hingga pukul 08.59 WIB," demikian keterangan dalam unggahan tersebut.

Berdasarkan pembaruan data per pukul 18.35 WIB, berikut daftar tujuh bandara yang terdampak beserta status NOTAM:

1. Bandara Soekarno-Hatta (CGK) - NOTAM A3368/26 NOTAMR A3355/26 2. Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) - NOTAM A3369/26 NOTAMR A3354/26 3. Bandara Radin Inten II (TKG) - NOTAM B1141/26 NOTAMR B1133/26 4. Bandara Husein Sastranegara (BDO) - NOTAM C1102/26 NOTAMR C1098/26 5. Bandara Budiarto (RTO) - NOTAM C1101/26 NOTAMR C1097/26 6. Bandara Pondok Cabe (PCB) - NOTAM C1104/26 NOTAMR C1095/26 7. Bandara M. Taufik Kiemas (TFY) - NOTAM C1103/26 NOTAMR C1096/26

Seluruh penutupan berlaku hingga 7 September 2026 pukul 08.59 WIB.

Otoritas mengimbau pengguna jasa penerbangan untuk memeriksa status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi masing-masing maskapai sebelum melakukan perjalanan.

Terkait penutupan ini, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan telah menyiapkan tiga bandara alternatif untuk pengalihan pendaratan. Ketiga bandara tersebut adalah Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat; Bandara Ahmad Yani di Semarang, Jawa Tengah; dan Bandara Internasional Juanda di Surabaya, Jawa Timur.(cnni).

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait