Tempa Mental dan Jejak Sejarah, Sekda Langkat Lepas 103 Siswa Diktuba PolriTempa Mental dan Jejak Sejarah, Sekda Langkat Lepas 103 Siswa Diktuba Polri

LANGKAT (beritasore.co.id): Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat H. Amril, S.Sos., M.AP, mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti, SH, melepas 103 siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktuba) Polri Kemampuan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Tahun 2026.
Pelepasan untuk kegiatan outbound tersebut berlangsung di Lapangan Sepak Bola Paya Rengas, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Selasa (2/9/2026).
Kegiatan tidak hanya fokus pada latihan fisik dan pembentukan mental, tetapi juga dirangkaikan dengan kunjungan edukasi ke Situs Cagar Budaya Bukit Kerangan dan ziarah ke Makam Raja Indra Bungsu.
Rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat wawasan sejarah, budaya, kepemimpinan, dan nilai pengabdian kepada masyarakat bagi para calon anggota Polri.
Sekda Amril dalam kesempatan itu membacakan sambutan tertulis Plt Bupati Langkat. Pemkab Langkat menyampaikan apresiasi kepada Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sumatera Utara yang telah memilih Bumi Langkat Berseri sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan.
"Pemerintah Kabupaten Langkat menyambut baik dan mengapresiasi SPN Polda Sumut yang telah memilih Bumi Langkat Berseri sebagai kawah candradimuka dalam membentuk karakter, mental, dan kemampuan para siswa Diktuba Polri," ujar Amril.
Menurutnya, outbound bukan sekadar latihan fisik, melainkan proses pembelajaran untuk membentuk mental, kedisiplinan, ketahanan fisik, keberanian, kekompakan, dan kebersamaan.
Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menempa jiwa kepemimpinan, mempertajam kepekaan sosial, serta memupuk jiwa korsa sebagai bekal dalam menjalankan tugas kepolisian.
Amril juga menekankan pentingnya pemahaman sejarah dan budaya daerah sebagai pembentukan karakter dan bekal moral. Para siswa diperkenalkan dengan Situs Cagar Budaya Bukit Kerangan, yang merupakan jejak peradaban tua Melayu dan kawasan pemukiman lama di tepi alur Sungai Langkat.
Situs tersebut memiliki nilai historis dalam perjalanan pembentukan wilayah Langkat.
Sementara itu, Raja Indra Bungsu dikenal sebagai salah satu tokoh kunci dalam garis keturunan yang meletakkan pondasi awal Kesultanan Langkat.
"Sejarah ini diperkenalkan agar para siswa tidak hanya kuat secara fisik dan teknis kepolisian, tetapi juga memiliki akar historis, moral, dan etika yang kokoh dengan meneladani nilai kepemimpinan serta perjuangan para pendahulu," katanya.
Plt Bupati juga berpesan agar seluruh peserta senantiasa menjaga etika, kesopanan, serta menghormati nilai-nilai sejarah dan budaya selama berada di kawasan cagar budaya maupun saat berinteraksi dengan masyarakat.
"Kita harus menghormati warisan sejarah dan budaya daerah ini sebagaimana kita menghormati para pendahulu yang telah meletakkan dasar-dasar pembangunan dan peradaban," pesannya.
Usai pembukaan, Sekda Amril melakukan prosesi tepung tawar setawar sedingin sebagai simbol doa keselamatan dan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan, sekaligus penanda pelepasan resmi para peserta.
Selanjutnya, Sekda bersama rombongan turut mengunjungi Situs Cagar Budaya Bukit Kerangan dan berziarah ke Makam Raja Indra Bungsu di Kecamatan Hinai.
Turut hadir Kepala SPN Polda Sumut Kombes Pol Wiyono Eko Prasetyo, Danyonif TP 907/Dewa Syahdan Letkol Inf Jimat Suryo Utomo, Wakapolres Binjai Kompol Sofyan Helmi Nasution, Kadis Perhubungan Arie, Kadis Pariwisata Nur Elly Heriani Rambe, serta Camat Hinai Bahrum.
Melalui kegiatan ini, para siswa Diktuba Polri diharapkan memiliki kemampuan teknis kepolisian yang mumpuni, karakter yang kuat, jiwa kepemimpinan, serta kepedulian terhadap sejarah, budaya, dan pengabdian kepada masyarakat. (bap)








Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda