Tangis Pecah di Tepi Krueng Cut, Hari Ke-4 Pencarian, Hamdani Ditemukan Tak BernyawaTangis Pecah di Tepi Krueng Cut, Hari Ke-4 Pencarian, Hamdani Ditemukan Tak Bernyawa

NAGAN RAYA (beritasore.co.id): Pencarian yang menyisakan harap dan doa di tepi sungai itu akhirnya berakhir dengan isak tangis.
Setelah empat hari larut dalam dinginnya arus Krueng Cut, Hamdani (42), warga asal Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Barat Daya, ditemukan. Bukan dalam keadaan yang diharapkan, melainkan sudah tak bernyawa.
Jenazah almarhum ditemukan pada Minggu (20/9) sekitar pukul 11.45 WIB, terbujur kaku tak jauh dari titik di mana ia terakhir terlihat. Hanya 100 meter. Jarak yang begitu dekat, namun butuh 4 hari penantian pilu untuk mencapainya.
Suasana sendu menyelimuti lokasi penemuan di Sungai Desa Agoi Karian, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya. Tim BPBD yang sejak hari pertama menyisir sungai tanpa henti, terdiam. Tak ada sorak lega, yang ada hanya tatapan kosong dan langkah gontai mengangkat tubuh korban.
"Begitu ditemukan, jenazah korban langsung dibawa pulang ke rumah duka," kata Kalak BPBD Nagan Raya, Rinaldi Irfandi melalui Pusdalops Agus Salim dengan suara berat.
Agus Salim menjelaskan, pencarian telah dilakukan selama tiga hari berturut-turut dengan hasil nihil. Harapan keluarga yang setia menunggu di bibir sungai nyaris pupus, hingga akhirnya di hari ke-4, sungai itu mengembalikannya.
Sebelumnya, Hamdani dikabarkan terseret arus deras saat mencoba menyeberangi Sungai Agoi Karian. Arus Krueng Cut yang tenang di permukaan, ternyata menyimpan kekuatan yang merenggut nyawanya.
Kini, pencarian telah usai. Tim BPBD Nagan Raya menarik perahu karet mereka. Namun duka yang mendalam baru saja dimulai di sebuah rumah di Labuhan Haji. Jenazah Hamdani pulang, disambut tangis keluarga yang pecah dalam kesunyian duka.(wmi).









Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda