Breaking News
Memuat breaking news...

Sumut Pimpin Raker 10 Gubernur se-Sumatera di Forum IMT-GT ke-32

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 5 September 2026 - 4.56 AM WIB
1
Sumut Pimpin Raker 10 Gubernur se-Sumatera di Forum IMT-GT ke-32
Asisten Deputi Kemenko Perekonomian Sonny A. Soekoer (tengah) bersama Perencana Ahli Utama Bapperida Sumut Muhammad Armand Effendy Pohan (kanan) saat keterangan pers PTM IMT-GT ke-32 di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat (4/9/2026).
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (beritasore.co.id): Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengambil peran strategis sebagai koordinator dan tuan rumah Rapat Kerja (Raker) 10 Gubernur se-Sumatera. Raker tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32 yang akan berlangsung di Kota Medan pada 7-10 September 2026.

Raker 10 Gubernur dijadwalkan digelar pada 9 September 2026. Selain memperkuat kerja sama sub-regional antara Indonesia, Malaysia, dan Thailand, forum ini menjadi momentum untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi pembangunan antardaerah di Pulau Sumatera.

Perencana Ahli Utama Bapperida Sumut, Muhammad Armand Effendy Pohan, mengatakan 10 gubernur se-Sumatera akan menandatangani Kesepahaman Bersama terkait rencana pembangunan dan kerja sama antardaerah.

"Sebanyak 10 Gubernur se-Sumatera akan menandatangani kesepahaman bersama terkait rencana pembangunan, sinergitas, dan kerja sama antardaerah. Ini merupakan langkah strategis yang telah diawali melalui pra-pertemuan di Kemenko Perekonomian," jelas Effendy saat konferensi pers di Lobi Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Jumat (4/9/2026).

Adapun 10 provinsi yang akan menandatangani kesepahaman tersebut adalah Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Lampung.

Menurut Effendy, tujuan kesepakatan bersama ini adalah untuk memperkuat sinergi dan koordinasi pembangunan antar Pemerintah Provinsi se-Sumatera, menyelaraskan arah kebijakan pembangunan regional dengan pembangunan nasional, serta mendorong kerja sama lintas daerah pada bidang yang menjadi kepentingan bersama.

"Juga untuk memperkuat pertukaran data, informasi, inovasi, dan praktik baik antardaerah, serta mendukung terwujudnya pembangunan se-Sumatera yang terpadu, inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan," ujarnya.

Ruang lingkup kesepakatan meliputi penyelarasan dan fasilitasi kerja sama sektoral strategis, antara lain ketahanan pangan, pertanian, perkebunan, dan agribisnis; kepariwisataan regional dan ekonomi kreatif; pengembangan ekosistem industri, produk, dan layanan halal; serta konektivitas logistik dan infrastruktur transportasi antardaerah.

Selain itu, kerja sama juga mencakup fasilitasi integrasi perdagangan dan promosi investasi bersama, kelestarian lingkungan hidup, mitigasi bencana dan ketahanan iklim, pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kesejahteraan sosial, serta integrasi transformasi digital dan sistem data terpadu.

Mewakili Panitia Forum IMT-GT, Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Regional Kemenko Perekonomian, Sonny A. Soekoer, mengapresiasi inisiatif Pemprov Sumut yang mengajukan diri sebagai tuan rumah sekaligus koordinator provinsi kerja sama IMT-GT di Indonesia.

"Sumut memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, pariwisata, hingga infrastruktur konektivitas. Peran Sumut sebagai koordinator sangat krusial untuk mengintegrasikan prioritas pembangunan seluruh provinsi di Sumatera agar dapat diakomodasi dalam forum sub-regional bersama Malaysia dan Thailand," pungkasnya. (lin)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait