Sapa Warga Medan Deli, Rico Waas Tuntaskan Keluhan KTP dan Pastikan Gang Cipto DiperbaikiSapa Warga Medan Deli, Rico Waas Tuntaskan Keluhan KTP dan Pastikan Gang Cipto Diperbaiki

MEDAN (beritasore.co.id): Program Sapa Warga di Kecamatan Medan Deli tidak hanya menjadi ajang penyampaian aspirasi, tetapi juga pembuktian penyelesaian masalah di tempat. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas merespons langsung berbagai keluhan warga, mulai dari administrasi kependudukan hingga infrastruktur, di pergudangan Jalan Kayu Putih, Sabtu (19/9/2026).
Salah satu momen paling disorot adalah saat persoalan Kartu Tanda Penduduk (KTP) warga tuntas dalam hitungan menit. Rico Waas bahkan menyerahkan langsung KTP baru kepada pemiliknya di atas panggung.
Adalah Yusrizal, warga Lingkungan 19 Kelurahan Tanjung Mulia Hilir. Ia mengeluhkan KTP-nya yang rusak parah hingga tulisan tidak terbaca akibat terendam banjir. Secara spontan, ia maju dan menyerahkan KTP tersebut kepada Kepala Dinas Dukcapil yang hadir di lokasi.
Menanggapi itu, Rico Waas menegaskan pelayanan administrasi tidak boleh berbelit.
“Saya minta komitmennya. Pengurusan surat-menyurat tidak boleh berbelit-belit. Jika masuk pagi, siang harus sudah selesai. Tidak boleh ada berkas yang menginap,” tegas Rico yang didampingi Pj Sekda Erfin Fahrurrazi, pimpinan perangkat daerah, dan Camat Medan Deli Muhammad Aidiel Putra Pratama.
Tak berselang lama, KTP baru milik Yusrizal selesai dicetak.
“Ini saya berikan KTP Bapak, sudah selesai dicetak baru,” ujar Rico Waas.
“Alhamdulillah, senang. Bisa langsung siap, nggak sampai 10 menit, berapa menit aja udah siap,” ucap Yusrizal gembira.
Pada kesempatan yang sama, Yusrizal juga meminta pembenahan drainase dan percepatan layanan di tingkat kelurahan dan kecamatan, khususnya untuk Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
“Kami ini kan kerja tiap hari, Pak. Kalau bisa urus surat tidak perlu nunggu lama atau disuruh datang lagi siang atau sore. Pengennya begitu dimasukkan, dalam 10-20 menit langsung ditandatangani,” ujarnya.
Pastikan Gang Cipto Diaspal Tahun Ini
Selain administrasi, infrastruktur menjadi sorotan utama. Wardias, warga Lingkungan 9 Tanjung Mulia, mengeluhkan kondisi Gang Cipto yang bergelombang, belum pernah diaspal, dan menjadi langganan banjir.
“Jalan kami paling menyedihkan, Pak. Belum pernah diaspal, bergelombang, dan banjir. Kemarin Wakil Wali Kota sudah datang dan cek langsung, tapi sampai sekarang belum ada pengaspalan. Tolonglah Pak, ditangani serius,” kata Wardias.
Keluhan tersebut langsung dijawab Rico Waas dengan kepastian.
“Pengaspalan Jalan Cipto 1 hingga Jalan Cipto Raya kita kerjakan tahun ini. Langsung dikerjakan, tidak lama-lama lagi,” tegasnya yang disambut tepuk tangan warga.
Keluhan serupa disampaikan Yenny, warga Lingkungan 17 Tanjung Mulia Hilir, terkait jalan rusak, banjir, dan air bersih yang berwarna kuning dan berkarat.
Rico Waas menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) untuk memetakan ulang titik genangan dan melakukan normalisasi drainase, termasuk penggunaan u-ditch dan normalisasi di area bawah tol.
“Kita cek dan petakan pembangunan drainase baru. Kalau perlu, normalisasi di area bawah tol juga dilakukan agar aliran air lancar dan tidak menimbulkan genangan seperti kolam,” jelasnya.
Terkait hal itu, Kepala Dinas SDABMBK Khairul Azmi menjelaskan, penanganan di kawasan Gang Cipto menjadi prioritas tahun ini.
“Untuk pelaksanaan pekerjaan tahun ini meliputi kawasan Gang Cipto Raya, Gang Cipto 1, dan Gang Cipto 3. Pelaksanaannya dilakukan secara berproses, dimulai dari Cipto 1 dan Cipto 3 terlebih dahulu, baru kemudian dilanjutkan ke Cipto Raya. Selain jalan, pengerjaan drainase di kawasan permukiman dijadwalkan mulai awal bulan depan,” ujar Khairul.
Soal Bansos dan UMKM
Sesi dialog juga diwarnai keluhan bantuan sosial. Irma, warga Lingkungan 28 Tanjung Mulia, mempertanyakan pendataan Program Keluarga Harapan (PKH) yang dinilai belum merata. Yuni, warga Mabar, mengadukan seorang janda lansia yang tidak lagi menerima PKH padahal masih menanggung biaya pendidikan anak.
Rico Waas menegaskan Pemko Medan akan menindaklanjuti melalui Dinas Sosial terkait mekanisme verifikasi data Medan Makmur.
Respons cepat juga diberikan kepada pelaku UMKM. Saat seorang ibu pembuat jilbab mengadu suaminya sudah tidak bekerja, Rico langsung meminta Dinas Sosial dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah untuk turun mendata dan memberikan pendampingan serta peluang bantuan permodalan. (MZ)









Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda