Ricuh Turnamen Sepak Bola di Tanah Luas, Koramil 10 Klarifikasi Dugaan Pemukulan WartawanRicuh Turnamen Sepak Bola di Tanah Luas, Koramil 10 Klarifikasi Dugaan Pemukulan Wartawan

BANDA ACEH (berita sore.co.id): Pimpinan Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara menggelar rapat khusus menyikapi kericuhan antar-suporter dalam turnamen sepak bola antar gampong di Lapangan Bumigas, Blang Jruen, Kamis (27/8/2026) sore.
Kericuhan yang mempertemukan kesebelasan Gampong Ampeh vs Gampong Trieng itu berujung pada dugaan pemukulan terhadap Ketua Pemuda Gampong Ampeh, Haiqal, yang juga berprofesi sebagai wartawan. Ia diduga menjadi korban pemukulan oleh oknum anggota Koramil 10 Tanah Luas berinisial H.
Menanggapi pemberitaan yang beredar termasuk sikap PWI Aceh, Danramil 10/Tanah Luas Kapten Inf Bahtera Luking Purba menggelar pertemuan dengan melibatkan semua pihak terkait. Klarifikasi tersebut disampaikan atas nama Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Inf Faisal, S.Sos., M.Si.
Dandim 0103/Aut yang dihubungi wartawan di Lhokseumawe membenarkan adanya pertemuan tersebut.
"Terima kasih Pak atas atensinya. Kita tunggu kronologis lengkapnya ya Pak. Tim kami saat ini sedang di lapangan agar tidak menimbulkan fitnah dan kegaduhan mengingat Aceh adalah daerah dengan penerapan syariah yang kuat sehingga kita sebaiknya menunggu terlebih dahulu," tulis Dandim dalam pesan WhatsApp kepada wartawan.
Versi Pengamanan di Lapangan
Dalam klarifikasi yang dikutip PWI Aceh, Babinsa Koramil 10/Tanah Luas Sertu Hendra Saputra memberikan kesaksian berbeda terkait dugaan pemukulan tersebut.
Menurut Hendra, situasi di lapangan sejak awal sudah memanas yang ditandai saling ejek antara pemain dan penonton kedua kesebelasan. Keributan bermula dari perselisihan antar pemain di dalam lapangan yang kemudian merembet ke tepi lapangan hingga terjadi aksi saling dorong antar pendukung.
Di tengah situasi itu, Sertu Hendra menyebut dirinya mengamankan seorang penonton dari Gampong Ampeh bernama Haiqal yang dinilai sangat emosional dan berupaya menyerang penonton dari Gampong Trieng.
"Dalam upaya mengendalikan situasi, Sertu Hendra bersama Babinsa lainnya Serka Junaidi serta dibantu Bhabinkamtibmas berusaha mengamankan Sdr. Haiqal dengan cara merangkul dan membaringkannya di atas rumput lapangan," demikian keterangan tertulis tersebut.
Pada saat proses pengamanan itu, Haiqal disebut melakukan perlawanan. Sertu Hendra kemudian kehilangan keseimbangan dan ikut terjatuh, sehingga lututnya mengenai tubuh Haiqal.
"Berdasarkan keterangan Sertu Hendra, hal tersebut terjadi dalam proses pengamanan dan tidak dilakukan dengan sengaja untuk menendang maupun melakukan kekerasan," tulis laporan itu.
Setelah diamankan, Haiqal kemudian dibawa personel Polsek Tanah Luas ke Mapolsek untuk mencegah keributan susulan.
Sertu Hendra mengaku sempat bermaksud menemui Haiqal untuk menjelaskan duduk persoalan, namun situasi dinilai belum kondusif. Ia mengaku tetap bersedia bertemu dan berharap persoalan dapat diselesaikan secara baik-baik demi menjaga hubungan aparat kewilayahan dengan masyarakat di Tanah Luas.(hen).








Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda