Breaking News
Memuat breaking news...

Rico Waas Pukau Penonton Main Gendang Melayu di Pembukaan Perdana Pekan Budaya Medan

Redaksi
Redaksi
Jumat, 9 Oktober 2026 - 1.56 PM WIB
4
Rico Waas Pukau Penonton Main Gendang Melayu di   Pembukaan Perdana Pekan Budaya Medan
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (beritasore.co.id): Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak seluruh masyarakat untuk aktif merawat warisan leluhur agar tidak terkikis arus modernisasi. Hal itu disampaikannya saat membuka Pekan Budaya Daerah Kota Medan 2026 di Lapangan Benteng, Kamis malam (8/10/2026).

Pekan Budaya Daerah yang digelar perdana pada 8-10 Oktober 2026 ini mengusung tema "Merawat Pusaka, Menjunjung Budaya". Pembukaannya ditandai dengan pemukulan gendang oleh Rico Waas bersama grup musik Rempak Mendai Melayu Deli.

Dalam balutan harmoni perkusi Melayu, Rico Waas tampil luwes memainkan gendang dan gensang. Ia berbaur dengan para penabuh sanggar, menghidupkan suasana sekaligus memberikan penghormatan terhadap tradisi musik Melayu Deli sebagai akar budaya Kota Medan.

Dalam sambutannya, Rico menyoroti pentingnya menghidupkan kembali kesenian tradisional yang hampir terlupakan. Ia mencontohkan Tari Dayang Nan Tujuh yang ditampilkan pada pembukaan, yang menurutnya sudah jarang dikenal masyarakat.

"Mayoritas mungkin 90 persen tidak pernah melihat tarian tersebut. Padahal sejatinya tarian itu adalah tarian asli Melayu yang mungkin hampir punah saat ini," ungkap Rico.

Ia pun meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan bersama para tokoh budaya untuk terus mempromosikan kesenian yang mulai langka, terutama kepada generasi muda. Ia juga mendorong agar tokoh budaya dilibatkan dalam perencanaan event budaya di tahun-tahun mendatang agar pelestarian tidak berhenti pada seremonial semata.

"Kami minta dituliskan apa yang perlu dan penting agar nantinya acara-acara kebudayaan kita benar-benar bisa dirasakan dan tetap bisa eksis di dunia modern seperti ini," ujarnya.

Menurut Rico, pelestarian budaya tidak boleh hanya berfokus pada seni kontemporer. Kesenian tradisional yang memiliki nilai sejarah dan sakral harus diberi ruang yang sama.

"Jangan sampai kebudayaan kita terkikis satu per satu hingga akhirnya menghilang. Apa yang kita lihat hari ini merupakan kekayaan yang harus kita jaga agar anak-anak dan cucu kita tetap mengenal budaya daerahnya," tegasnya.

Selama tiga hari penyelenggaraan, Pekan Budaya Daerah diisi beragam agenda, di antaranya ritual Menegakkan Keris, Berbalas Pantun Melayu, Kuliner Nasi Hadap-Hadapan Multietnis, Tari Kreasi Zapin Melayu, Kampung Budaya, serta Estafet Egrang antar pelajar SMP se-Kota Medan. Kegiatan ini juga melibatkan pelajar SD dan SMP serta dirangkai dengan penganugerahan tokoh budaya.

Pada kesempatan tersebut, Rico Waas menyerahkan Sertifikat Anugerah Tokoh Penggiat Kebudayaan Kota Medan Tahun 2026 kepada 25 tokoh, di antaranya Prof. Dr. phil. Ichwan Azhari, M.S., T. M. Muhar Omtatok, dan Teja Purnama Lubis. Penghargaan diberikan sebagai apresiasi atas dedikasi mereka dalam pelestarian dan pemajuan kebudayaan di Kota Medan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Ahmad Barli Mulia Nasution berharap Pekan Budaya Daerah dapat menjadi agenda rutin tahunan.

"Harapannya kegiatan ini menjadi ruang edukasi dan kreativitas bagi pelajar, seniman, dan masyarakat untuk melestarikan budaya sekaligus memperkuat karakter generasi muda," katanya.

Acara pembukaan turut dihadiri para seniman dan budayawan, Asisten Sekretariat Daerah Kota Medan, pimpinan perangkat daerah, serta para camat se-Kota Medan. (MZ)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait