Ribuan Perantau Minang Padati Alun-alun Panyabungan "Baralek Gadang IKM"Ribuan Perantau Minang Padati Alun-alun Panyabungan "Baralek Gadang IKM"

PANYABUNGAN (beritasore.co.id): Ribuan warga Minangkabau yang merantau di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memadati Alun-alun Panyabungan dalam gelaran Baralek Gadang Rang Minang, Minggu (29/08).

Acara silaturahmi akbar yang sarat adat dan budaya ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Keluarga Minang (IKM) Madina.
Kemeriahan acara tersebut mendapat apresiasi langsung dari unsur pimpinan daerah.
Ketua DPRD Kabupaten Mandailing Natal yang hadir dan memberikan sambutan menyebut malam puncak acara sebagai malam istimewa bagi masyarakat Madina, khususnya keluarga besar IKM.
"Malam ini menjadi malam anugerah bagi masyarakat, terutama bagi keluarga besar Ikatan Keluarga Minang," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi semangat dan kekompakan perantau Minang yang dinilai mampu beradaptasi di mana pun berada.
"Darah Minang dan orang-orang Minang ini harus kita akui ketekunan dan semangatnya. Di mana pun mereka berada selalu bisa menempatkan diri. Seperti pepatah, di mana tanah dipijak, di situ langit dijunjung," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Madina melontarkan wacana strategis untuk pengembangan ruang publik di Panyabungan.
"Taman kota sudah menjadi ikon Panyabungan. Bagaimana kalau bekas Rumah Sakit Umum Panyabungan kita jadikan tambahan lahan untuk Alun-alun Panyabungan," ujarnya.
Wacana tersebut langsung disambut tepuk tangan meriah warga. Jika direalisasikan, perluasan ini diyakini akan membuat Alun-alun Panyabungan semakin representatif untuk menampung kegiatan budaya berskala besar seperti Baralek Gadang.
Senada, Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution, turut memberikan apresiasi atas soliditas perantau Minang.
"Ikatan Keluarga Minang ini sangat saya acungi jempol, kekompakan mereka sangat kuat dan malam ini terbukti," kata Atika.
Ia berharap kegiatan budaya seperti ini terus dilestarikan sebagai wadah pengembangan bakat generasi muda.
"Kegiatan seperti ini harus terus dilestarikan agar anak-anak kita punya wadah untuk mengembangkan bakat dan minatnya," pungkasnya.
Acara diawali dengan persembahan tari kreasi adat oleh perwakilan pelajar di Madina dengan mengenakan baju kurung dan kebaya. Rangkaian acara dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Ketua IKM Madina beserta jajaran pengurus.
Tak hanya warga Minang, masyarakat Mandailing dan suku lainnya juga turut memadati lokasi untuk menyaksikan kemeriahan HUT IKM Madina tersebut.
Berakhir dengan aman dan meriah, Baralek Gadang menjadi bukti bahwa keberagaman budaya di Bumi Gordang Sambilan tetap terjaga dan saling menguatkan. (Syah).








Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda