Breaking News
Memuat breaking news...

Peringati HUT ke-81 RI dan Maulid Nabi, SPS Aceh Tekankan Integritas Wartawan

Redaksi
Redaksi
Kamis, 27 Agustus 2026 - 5.23 PM WIB
4
Peringati HUT ke-81 RI dan Maulid Nabi, SPS Aceh Tekankan Integritas Wartawan
Reading Comfort
adjust the font size

BANDA ACEH (beritasore.co.id): Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum refleksi bagi insan pers di Aceh untuk meneguhkan integritas. Semangat kemerdekaan dan keteladanan Rasulullah dinilai selaras dengan tugas wartawan dalam menjaga kebebasan pers yang bertanggung jawab.

Hal itu disampaikan Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh, Muktarrudin Usman, pada pembukaan Pra-Uji Kompetensi Wartawan (Pra-UKW) dan UKW Mandiri SPS Aceh kerja sama dengan Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) Pikiran Rakyat di Hotel Diana, Banda Aceh, Kamis, 27 Agustus 2026.

Menurut Muktarrudin, kemerdekaan pers tidak boleh dimaknai sebagai kebebasan tanpa batas. Kebebasan harus dibarengi tanggung jawab, profesionalisme, dan kepatuhan pada Kode Etik Jurnalistik.

"Wartawan harus merdeka dalam menjalankan profesinya, tetapi kemerdekaan itu harus disertai tanggung jawab. Jangan sampai kebebasan pers justru menghilangkan kejujuran, akurasi, dan etika pemberitaan," ujarnya.

Ia menambahkan, momentum Maulid Nabi memberi pesan moral yang kuat bagi wartawan melalui empat sifat Rasulullah SAW: shiddiq, amanah, tabligh, dan fathanah.

Shiddiq berarti jujur terhadap fakta. Amanah adalah dapat dipercaya dan bertanggung jawab atas informasi yang diperoleh. Tabligh mengandung kewajiban menyampaikan kebenaran untuk kepentingan publik. Sementara fathanah menuntut wartawan cerdas, kritis, dan bijaksana dalam mengolah informasi.

"Nilai-nilai itu sangat relevan dengan kerja jurnalistik. Apalagi di Aceh yang menerapkan syariat Islam dan memiliki karakter masyarakat yang kuat dengan nilai keislaman," kata Muktarrudin.

Ia mengingatkan wartawan agar tidak hanya mengejar kecepatan, melainkan mengedepankan verifikasi dan kebermanfaatan informasi bagi publik.

"Jangan hanya mengejar kecepatan berita. Wartawan harus mampu memverifikasi, memahami persoalan, dan memastikan informasi yang disampaikan benar serta bermanfaat bagi masyarakat," tegasnya.

Muktarrudin menegaskan, UKW bukan sekadar menguji kemampuan teknis, tetapi juga bagian dari upaya membangun sumber daya manusia pers yang kompeten dan berintegritas.

UKW SPS Aceh-Pikiran Rakyat kali ini diikuti wartawan dari berbagai media dengan tiga jenjang, yakni Muda, Madya, dan Utama. Pengujian dilakukan oleh lima penguji bersertifikat Dewan Pers.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Kominsa) Aceh, Dr. Edi Yandra, yang mewakili Gubernur Aceh dan membuka acara tersebut, mengapresiasi pelaksanaan UKW.

Menurut Edi, peningkatan kompetensi wartawan penting untuk memastikan informasi yang diterima masyarakat berbasis fakta dan memenuhi prinsip jurnalistik.

"Pelaksanaan UKW ini sangat penting untuk meningkatkan kompetensi wartawan dan melahirkan berita yang sesuai fakta," kata Edi.

Ia berharap wartawan terus meningkatkan profesionalisme dengan menjunjung tinggi netralitas, independensi, dan keberimbangan. Pers, kata dia, memiliki posisi strategis sebagai jembatan komunikasi pemerintah dan masyarakat serta menjalankan fungsi kontrol sosial.

"Semangat kemerdekaan, keteladanan Rasulullah, dan kompetensi wartawan harus menjadi satu kesatuan dalam membangun pers Aceh yang profesional, berintegritas, dan dipercaya masyarakat," pungkas Muktarrudin.(rel).

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait