Breaking News
Memuat breaking news...

Pemko Medan Perkuat Tracing TBC Terintegrasi CKG dan Dorong Kelurahan Siaga Tuberkulosis

Redaksi
Redaksi
Selasa, 13 Oktober 2026 - 10.29 PM WIB
3
Pemko Medan Perkuat Tracing TBC Terintegrasi CKG dan Dorong Kelurahan Siaga Tuberkulosis
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (beritasore.co.id): Pemerintah Kota Medan memperkuat upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui penguatan pelacakan kontak (tracing) yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta pembentukan Kelurahan Siaga Tuberkulosis.

Penguatan ini dibahas dalam Rapat Koordinasi yang digelar di Kantor Camat Medan Kota, Senin (12/10/2026). Rakor tersebut dihadiri jajaran Pemko Medan, Dinas Kesehatan, para camat, kepala puskesmas, serta unsur kewilayahan.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Medan, Muhammad Sofyan, menegaskan penanggulangan TBC tidak bisa dibebankan hanya kepada Dinas Kesehatan. Ia meminta camat, lurah, kepala lingkungan (kepling), dan kader kesehatan aktif membantu puskesmas menjangkau warga sasaran.

Menurutnya, masih banyak warga yang enggan menjalani skrining karena kurangnya pemahaman dan rasa ragu terhadap petugas.

"Penanganannya, rekan-rekan camat, bantu! Bantu dukung rekan-rekan Dinas Kesehatan melalui UPT Puskesmas di wilayah masing-masing. Peran kepling sangat penting untuk membangun kepercayaan masyarakat," ujar Sofyan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Surya Saputra Pulungan, menjelaskan bahwa integrasi tracing TBC dengan CKG bertujuan untuk meningkatkan capaian penemuan kasus. Sasaran skrining meliputi kontak erat dan kontak serumah pasien TBC, warga bergejala batuk, perokok, penyandang diabetes melitus (DM), Orang dengan HIV (ODHIV), serta kelompok berisiko lainnya.

"Keberhasilan program ini perlu sinergitas dan kolaborasi dengan seluruh jajaran, termasuk kewilayahan," kata Surya.

Ia menambahkan, dukungan camat dan lurah dibutuhkan agar warga yang dihadirkan untuk skrining benar-benar sesuai kriteria sasaran program.

Senada, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Medan, Sereiviana Faradillah, mengungkapkan kendala di lapangan. Sebagian warga sasaran tidak hadir karena malu atau terkendala jarak ke lokasi skrining, sementara warga yang hadir justru tidak masuk dalam kriteria sasaran. Kondisi ini berpengaruh pada capaian indikator program.

"Melalui koordinasi kewilayahan ini, kami memohon bantuan agar warga yang datang untuk skrining memang sesuai kriteria," ujarnya.

Dari tingkat puskesmas, Dr. Hari Putra Darmawan dari Puskesmas Sentosa Baru, Kecamatan Medan Perjuangan, menyatakan pihaknya terus berkoordinasi lintas sektor untuk mengejar target yang telah ditetapkan.

"Pada dasarnya kami tetap melaksanakan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Koordinasi yang sudah baik perlu terus ditingkatkan agar masyarakat lebih mau datang untuk skrining," kata Hari.

Selain penguatan tracing, Rakor tersebut juga membahas pembentukan Kelurahan Siaga Tuberkulosis sebagai upaya mendorong peran aktif pemerintah kelurahan dan masyarakat dalam pencegahan, penemuan kasus, dan penanggulangan TBC secara berkelanjutan.

Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat yang mengalami gejala TBC atau termasuk kelompok berisiko untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Pemeriksaan dan pengobatan TBC tersedia secara gratis.

Melalui penguatan sinergi ini, Pemko Medan menargetkan skrining lebih tepat sasaran, penemuan kasus lebih cepat, dan mendukung target eliminasi TBC di Kota Medan pada tahun 2030.(MZ).

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait