Breaking News
Memuat breaking news...

Pemkab Samosir dan Yayasan Santo Yoseph Sepakat Percepat Pembangunan SMA Plus Santo Mikael

Redaksi
Redaksi
Selasa, 3 November 2026 - 10.37 AM WIB
27
Pemkab Samosir dan Yayasan Santo Yoseph Sepakat Percepat Pembangunan SMA Plus Santo Mikael
Reading Comfort
adjust the font size

SAMOSIR (beritasore.co.id): Cita-cita menghadirkan sekolah menengah unggulan berasrama di Kabupaten Samosir mulai menemukan titik terang. Pemerintah Kabupaten Samosir bersama Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph Medan-Pematangsiantar sepakat mempercepat pembangunan SMA Plus Berasrama Santo Mikael Pangururan.

Pembangunan asrama ditargetkan dimulai tahun ini, dengan penerimaan peserta didik baru (PPDB) direncanakan pada tahun ajaran 2027.

Komitmen itu menguat dalam kunjungan balasan Bupati Samosir Vandiko T. Gultom ke Kantor Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph di Medan, Senin (2/11/2026).

Kunjungan tersebut menegaskan keseriusan Pemkab Samosir menghadirkan lembaga pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, iman, kepemimpinan, disiplin, dan kecakapan menghadapi perkembangan teknologi serta budaya digital.

SMA Plus ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang sumber daya manusia Samosir. Sekolah ini mengusung motto “Educating compassionate future leaders for God, humanity, and the integrity of creation” dengan memberikan prioritas bagi putra-putri Samosir, termasuk dari keluarga kurang mampu.

Dapat Dukungan Uskup Agung Medan

Ketua Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph Medan-Pematangsiantar, Pastor Fridolinus Simanjorang, menyambut baik kehadiran Bupati Samosir. Ia menilai kunjungan tersebut menjadi dorongan kuat untuk mempercepat rencana yang telah dibahas bersama.

“Suatu kehormatan bagi kami. Kami sangat bangga dan bersyukur, Bapak menjadi Bupati pertama yang hadir di Yayasan Santo Yoseph. Ini menjadi dorongan dan motivasi bagi kami untuk semakin mempercepat program yang sudah dibahas bersama Pemkab Samosir,” ujar Pastor Fridolinus.

Selain dukungan Bupati Samosir, pembangunan SMA Plus Santo Mikael juga mendapat dukungan penuh dari Uskup Agung Medan. Dengan dukungan tersebut, yayasan berkomitmen memulai tahapan pembangunan tahun ini.

Untuk tahap awal, gedung SMA Santo Mikael yang ada akan dimanfaatkan sebagai lokasi pembelajaran sementara, sembari pembangunan kompleks SMA Plus dan asrama dilaksanakan. Yayasan menargetkan dalam dua tahun ke depan seluruh aktivitas pendidikan dapat sepenuhnya dipusatkan di kompleks baru.

“Kita harus bergerak cepat. Pada masa periode Pak Bupati, SMA unggul ini sudah harus terwujud dan diresmikan. Dengan sambutan dan dukungan Pak Bupati, kami yakin pembangunan SMA Plus ini akan berhasil. Yayasan Santo Yoseph siap berkolaborasi demi kemajuan dan mutu pendidikan di Samosir,” ungkapnya.

Padukan Karakter, Akademik, dan Budaya Batak

Konsep pendidikan yang ditawarkan tidak hanya menempatkan karakter dan akademik sebagai dua hal yang berjalan beriringan, tetapi juga menjadikan kekayaan budaya Batak sebagai bagian penting dalam pembentukan identitas peserta didik.

Sebagai daerah yang dikenal sebagai pusat budaya Batak, siswa nantinya akan diarahkan untuk mendalami budaya lokal melalui kegiatan ekstrakurikuler. Budaya Batak diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan di ruang kelas, tetapi dapat diterjemahkan dan diperkenalkan kepada masyarakat luas, bahkan hingga tingkat dunia. Kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan public speaking juga akan menjadi bagian dari pembinaan siswa.

Rencana pembangunan SMA Plus Berasrama Santo Mikael Pangururan diproyeksikan membutuhkan investasi jangka panjang sekitar Rp41 miliar yang akan dilaksanakan dalam empat fase pengembangan.

Kompleks pendidikan tersebut direncanakan berdiri di Desa Pardomuan I, Kecamatan Pangururan, berdekatan dengan Puskesmas Buhit, di atas lahan seluas sekitar 3,2 hektare.

Selain gedung sekolah, kompleks ini nantinya akan dilengkapi asrama putra dan putri, aula, lapangan sepak bola, lapangan basket, kolam renang, taman siswa, green house, lahan pertanian, area parkir, gapura, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Pemkab Siapkan Dukungan Anggaran dan Infrastruktur

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menegaskan kehadirannya merupakan bentuk keseriusan Pemkab mewujudkan sekolah unggulan yang selama ini direncanakan.

“SMA unggulan ini sudah lama kami idam-idamkan dan cita-citakan. Kehadiran kami hari ini menunjukkan keseriusan untuk mengupayakan agar SMA Plus hadir di Samosir,” ujar Vandiko.

Ia mengatakan, Pemkab Samosir sebelumnya telah berupaya mendorong hadirnya sekolah unggulan melalui pemerintah di tingkat atas. Ketika Yayasan Santo Yoseph menyatakan kesediaan membangun SMA Plus di Samosir, Pemkab menyambutnya sebagai peluang besar untuk memperkuat kualitas pendidikan daerah, di samping SMK Unggulan yang saat ini sedang dibangun berkat perhatian Gubernur Sumatera Utara di Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo.

“Kami siap bersinergi agar SMA Plus ini segera terbangun di Samosir. Kami sangat senang dan siap mendukung,” katanya.

Vandiko menambahkan, hasil pembahasan bersama yayasan akan menjadi bahan dalam penyusunan anggaran tahun 2027. Pemkab akan mengakomodasi dukungan sesuai kebutuhan dan kewenangan daerah.

Dukungan tersebut mencakup pembangunan dan pembukaan akses jalan menuju lokasi, pematangan lahan dengan dukungan alat berat, fasilitasi perizinan termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), serta koordinasi dukungan jaringan listrik.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin mendukung pembangunan ini. Untuk urusan jalan, kami akan dukung. Alat berat juga akan kita siapkan, termasuk untuk pematangan lahan dan membantu mobilisasi kebutuhan pembangunan asrama. Perizinan juga akan kami dukung,” tegasnya.

Kepala Dinas PU Kabupaten Samosir, Rudimanto Limbong, menjelaskan sebagian akses menuju lokasi telah mulai ditangani. Ada jalan menuju kawasan yang telah dirabat beton dan ke depan pembukaan jalan akan terus didukung dengan lebar sekitar 6-7 meter untuk mempermudah mobilisasi pembangunan.

“Tahun depan sudah masuk dalam perencanaan pembukaan jalan menuju sekolah. Untuk tahun ini, kami akan membantu secara bertahap melalui sirtunisasi untuk mendukung mobilisasi pembangunan,” jelas Rudimanto.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Kadis PU Rudimanto Limbong, Kaban Kesbangpol sekaligus Plt Kadis Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Dumosch Pandiangan, Kabid Perumahan Anggiat Pandiangan, Kabid IKP Diskominfo Togarma Naibaho, pengurus Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph Medan-Pematangsiantar, kepala divisi, perwakilan yayasan dari sejumlah sekolah, serta Pastor Vikep Marianus Kedang. (Hfs)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement