Breaking News
Memuat breaking news...

Pemkab Abdya Ingatkan Risiko Kandang Ternak Dekat Kawasan Hutan

Redaksi
Redaksi
Kamis, 21 Mei 2026 - 7.52 AM WIB
9
Pemkab Abdya Ingatkan Risiko Kandang Ternak Dekat Kawasan Hutan
Reading Comfort
adjust the font size

BLANGPIDIE (beritasore.co.id): Kasus matinya belasan ternak milik warga di Desa Kuta Bak Drien, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), yang diduga akibat serangan beruang madu, menjadi perhatian serius Dinas Pertanian setempat.

Pemerintah mengingatkan masyarakat, agar lebih memperhatikan keamanan kandang, serta tata letak peternakan ,yang berada di sekitar kawasan hutan dan pegunungan.

Kepala Dinas Pertanian Abdya, Hendri Yadi STP, Rabu (20/5) mengatakan, hasil pemantauan petugas di lapangan menunjukkan, sejumlah kandang ternak warga, berada cukup dekat dengan area perbukitan dan habitat alami satwa liar.

Menurutnya, kondisi tersebut secara tidak langsung, dapat memicu hewan buas mendekati area peternakan, terutama karena keberadaan suara dan aroma ternak, yang mudah terdeteksi satwa liar di kawasan hutan. “Secara alami, bau dan suara ternak bisa mengundang binatang buas itu sendiri, terutama jika kandangnya berada dekat kawasan gunung atau jalur lintasan satwa,” kata Hendri.

Sebelumnya, warga Kuta Bak Drien dilaporkan resah, setelah belasan ternak ditemukan mati dengan kondisi mengenaskan. Serangan itu diduga dilakukan beruang madu yang turun dari kawasan hutan di sekitar permukiman warga.

Hendri menjelaskan, selama ini banyak peternak memilih membangun kandang, jauh dari permukiman, guna menghindari gangguan bau kotoran ternak, terhadap masyarakat sekitar.

Namun di sisi lain, pola tersebut justru menempatkan ternak lebih dekat dengan habitat satwa liar. “Di satu sisi, kandang dibuat jauh dari kampung supaya tidak mengganggu masyarakat dari bau kotoran ternak. Tetapi jika terlalu dekat dengan kawasan hutan, tentu memiliki risiko tersendiri, terhadap gangguan binatang buas,” ujarnya.

Kadis Hendri menilai, persoalan tersebut perlu menjadi perhatian bersama, terutama dalam membangun sistem peternakan yang tidak hanya produktif, tetapi juga aman bagi masyarakat maupun ternak.

Karena itu, Dinas Pertanian Abdya mengimbau masyarakat, agar mulai memperhatikan konstruksi kandang yang lebih kuat, memiliki pagar pengaman, pencahayaan memadai, serta memilih lokasi yang relatif aman dari jalur pergerakan satwa liar. “Harapan kita semua, masyarakat membuat kandang yang baik dan kuat serta mencari tempat yang aman agar tidak mudah diganggu binatang buas,” katanya.

Selain faktor lokasi kandang, Hendri juga menyoroti kemungkinan terganggunya habitat satwa liar, akibat perubahan lingkungan, maupun aktivitas manusia di kawasan hutan.

Kondisi tersebut dinilai dapat memaksa hewan liar turun mendekati permukiman, untuk mencari sumber makanan baru. “Bisa jadi habitat binatang buas tersebut sudah terganggu, sehingga mereka turun ke wilayah sekitar permukiman warga,” ucapnya.

Hendri mengajak masyarakat, menjaga keseimbangan lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak habitat satwa liar secara berlebihan. Menurutnya, pendekatan pencegahan jauh lebih penting, agar konflik antara manusia dan satwa tidak terus berulang.

Dinas Pertanian Abdya juga meminta warga yang bermukim di kawasan perbatasan hutan, meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari, serta segera melapor kepada aparat desa atau petugas terkait, apabila menemukan jejak maupun keberadaan satwa liar di sekitar kandang ternak.(wmi)

Ilustrasi

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait