Breaking News
Memuat breaking news...

Pakar Teguh Santosa Tegaskan, Putin Tidak Pernah Kritik Prabowo di Forum Vladivostok

Redaksi
Redaksi
Selasa, 8 September 2026 - 7.56 AM WIB
5
Pakar Teguh Santosa Tegaskan, Putin Tidak Pernah Kritik Prabowo di Forum Vladivostok
Reading Comfort
adjust the font size

TANJUNGPINANG (beritasore.co.id): Narasi viral di media sosial yang menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin mengkritik arah kebijakan luar negeri Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto dipastikan hoaks.

Pakar hubungan internasional dan Direktur Geopolitik GREAT Institute, Dr. Teguh Santosa, menegaskan narasi tersebut sengaja diproduksi untuk menciptakan disinformasi.

Menurut Teguh, ia menyimak secara utuh pidato Presiden Prabowo Subianto pada forum ekonomi di Vladivostok, Rusia, termasuk respons langsung dari Presiden Vladimir Putin. Hasilnya, tidak ditemukan kalimat bernada kritik, teguran, maupun sentimen negatif dari pihak Moskow terhadap Indonesia.

"Presiden Putin sama sekali tidak mengkritik kebijakan luar negeri Indonesia seperti narasi yang dikembangkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," kata Teguh di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Senin (7/9/2026).

Sebaliknya, suasana pertemuan bilateral dan forum pleno di Vladivostok berlangsung hangat dan penuh saling menghormati. Prabowo yang hadir sebagai tamu kehormatan utama mendapat sambutan luar biasa dari tuan rumah dan para pemimpin delegasi lainnya.

Pidato Prabowo bahkan disambut tepuk tangan meriah oleh Putin. Dalam pidatonya, Prabowo mengutip peribahasa Rusia "Odin v pole ne voin" yang berarti tidak ada kemenangan jika berjuang sendirian. Peribahasa itu dipadankan dengan filosofi gotong royong Indonesia sebagai pijakan kerja sama global.

Lebih jauh, Teguh menilai substansi pidato Prabowo justru menawarkan terobosan strategis berupa konsep "jalan raya ekonomi" di kawasan Pasifik yang menghubungkan potensi kedua negara. Gagasan ini menempatkan Indonesia sebagai kekuatan penyeimbang yang berdaulat, mandiri, dan konsisten pada prinsip non-blok tanpa terseret aliansi militer.

Untuk menguji kebenaran klaim yang viral tersebut, Teguh mengaku telah berkomunikasi langsung dengan kalangan diplomat di Kementerian Luar Negeri Rusia di Moskow.

Hasilnya, pihak diplomatik Rusia secara tegas membantah spekulasi tersebut dan menyatakan konten yang beredar di media sosial sepenuhnya bohong dan tidak berdasar.

"Informasi itu sungguh palsu. Tidak pernah terjadi. Rusia dan Indonesia adalah mitra strategis," ujar seorang diplomat senior Rusia yang dikutip Teguh.

Pihak Kemlu Rusia, lanjut Teguh, menegaskan komitmen untuk terus memperdalam kemitraan strategis dengan Indonesia. Moskow memandang kepemimpinan Prabowo sebagai representasi negara berkembang yang memainkan peran krusial dalam arsitektur dunia multipolar.

Teguh menyayangkan manuver sejumlah pihak yang gemar memotong klip video, memanipulasi takarir, dan mendistorsi konteks demi mengejar engagement di media sosial. Pola disinformasi seperti ini dinilai berbahaya karena dapat memicu salah persepsi publik tentang relasi diplomatik.

Ia mengajak masyarakat untuk lebih kritis dan selalu memverifikasi informasi politik luar negeri melalui rujukan resmi pemerintah dan media kredibel.

"Dengan klarifikasi ini, hubungan bilateral Indonesia dan Federasi Rusia tetap solid dan berjalan di atas prinsip saling menguntungkan. Kebijakan luar negeri Indonesia di bawah Presiden Prabowo tetap kokoh pada doktrin politik bebas-aktif demi kepentingan nasional di panggung dunia," pungkasnya.(rel).

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait