Pahala Sitorus Minta Satpol PP Tebingtinggi Kedepankan Dialog Humanis Saat BertugasPahala Sitorus Minta Satpol PP Tebingtinggi Kedepankan Dialog Humanis Saat Bertugas

LTebingtinggi (beritasore.co.id): Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) diminta untuk tetap humanis dan berupaya menghindari bentrokan fisik serta mengutamakan dialog dengan masyarakat sebelum melakukan tindakan saat menjalankan tugas.
Harapan tersebut disampaikan Ir. Pahala Sitorus, SH, MH, MM, saat memberikan penguatan dan pencerahan tentang hukum dan pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) kepada jajaran Satpol PP Kota Tebingtinggi, Jumat (2/10/2026) di Aula Kantor Satpol PP Jalan Imam Bonjol Kota Tebingtinggi.
Di hadapan Kasatpol PP Kota Tebingtinggi Benny Erikson Hamonangan Hutajulu, SSTP, Kabid Trantibum Iswandi Saragih, SH, dan jajaran Satpol PP, Pahala Sitorus memaparkan situasi dan dinamika di tengah masyarakat khususnya di Tebingtinggi terkait fungsi dan tugas Satpol PP dalam mengawal setiap kebijakan Pemerintah Kota.
"Sebagaimana kita ketahui, saat ini masih banyak problematika di kota kita, khususnya dalam hal estetika kota. Tugas Satpol PP adalah mengawal dan menegakkan Perda, sehingga perlu dilakukan komunikasi yang baik dan intens," tegasnya.
Praktisi dan penasehat hukum yang kerap diminta memberikan masukan oleh Pemko Tebingtinggi ini juga menyebut, dinamika yang berkembang harus disikapi dengan arif dan bijaksana.
"Apalagi peraturan yang digunakan Satpol PP Kota Tebingtinggi saat ini masih banyak peraturan lama. Sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk, peraturan tersebut kemungkinan tidak lagi layak digunakan. Jika dipaksakan, pastilah akan menimbulkan persoalan, apalagi terkait para pedagang," ungkap Pahala.
Oleh karena itu, Pahala Sitorus merespons positif langkah Satpol PP yang saat ini telah mempersiapkan Rancangan Perda (Ranperda) tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) dan diharapkan sudah dapat disahkan pada tahun 2027 oleh Pemko bersama DPRD Kota Tebingtinggi.
Di sisi lain, Pahala menyoroti kondisi kawasan Jalan Sutomo, di mana banyak masyarakat menggantungkan hidup dari berdagang namun belum ditata dengan baik.
"Maka dari itu saya selalu menyampaikan, Kota Tebingtinggi memerlukan penataan yang serius. Posisi Tebingtinggi sebagai kawasan lintas sangat memerlukan penataan yang bertujuan untuk menarik perhatian masyarakat luar datang ke kota ini untuk membelanjakan uangnya," terangnya. "Apalagi Kota Tebingtinggi tidak memiliki sumber daya alam, yang kita andalkan tentu sumber penghasilan warga dari UMKM."
Menyinggung adanya sebagian pedagang yang berjualan menggunakan separuh badan jalan sehingga mengganggu arus lalu lintas dan terkesan semrawut, menurut Pahala, hal ini menjadi PR bersama.
"Pemerintah kota, DPRD, dan para pedagang harus bisa duduk bersama untuk membahas dan menyelesaikan masalah ini. Dan saya bersedia memediasinya demi kebaikan bersama," tuturnya.
Pada bagian akhir, Pahala Sitorus berharap, meski jumlah personel Satpol PP Kota Tebingtinggi masih kurang 40 persen, seluruh personel dapat bekerja dengan sepenuh hati.
"Sehingga segala program yang telah dicanangkan pemerintah melalui Satpol PP Kota Tebingtinggi dapat berjalan dengan baik sesuai dengan tupoksinya masing-masing," pungkasnya. (Yan)










Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda