Breaking News
Memuat breaking news...

PAD Aceh Tenggara Jeblok, Dari Target Rp137 Miliar Hanya Terealisasi 59,52 Persen

Redaksi
Redaksi
Kamis, 27 Agustus 2026 - 8.19 PM WIB
46
PAD Aceh Tenggara Jeblok, Dari Target Rp137 Miliar Hanya Terealisasi 59,52 Persen
Sekda Aceh Tenggara Yusrizal, ST membacakan pidato pengantar Bupati Aceh Tenggara pada Sidang Paripurna DPRK Agara Masa Sidang III Tahun 2026, Kamis (27/8). beritasore.co.id/Husaini Amin.
Reading Comfort
adjust the font size

KUTACANE, (beritasore.co.id): Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Aceh Tenggara tahun anggaran 2025 tidak mencapai target. Hal itu terungkap dalam Nota Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan (LPP) APBK Perubahan 2025 yang disampaikan Bupati.

Dari target PAD sebesar Rp137,031 miliar, yang terealisasi hanya Rp81,56 miliar atau sekitar 59,52 persen.

Nota LPP tersebut dibacakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Tenggara, Yusrizal, ST, pada Rapat Paripurna DPRK Aceh Tenggara Masa Sidang III di Ruang Rapat Utama Gedung DPRK setempat, Kamis (27/8/2026).

Rapat dipimpin Ketua DPRK Dr. Denny F. Roza, SSTP., M.Si didampingi Wakil Ketua II Bukhari, serta dihadiri belasan anggota dewan, para asisten, kepala OPD, Sekwan DPRK M. Hatta Desky, SE, para camat, kepala puskesmas, dan unsur Forkopimda.

Dalam pidato pengantar Bupati Aceh Tenggara HM Salim Fakhry yang dibacakan Sekda, disampaikan bahwa secara umum realisasi APBK-P 2025 dari rencana pendapatan daerah sebesar Rp1,345 triliun, terealisasi Rp1,200 triliun atau 89,20 persen.

Rinciannya sebagai berikut:

1. Pendapatan Transfer: Dana Perimbangan dari Pemerintah Pusat yang direncanakan Rp772,19 miliar, terealisasi Rp764,55 miliar (99,01%).

2. Transfer Pemerintah Pusat Lainnya: Dari rencana Rp319,96 miliar, terealisasi Rp311,70 miliar (97,42%).

3. Pendapatan dari Pemerintah Provinsi: Dari rencana Rp45,20 miliar, hanya terealisasi Rp24,00 miliar (53,10%).

4. Lain-lain Pendapatan yang Sah: Dari rencana Rp70,95 miliar, terealisasi Rp18,18 miliar (25,63%).

Sekda menjelaskan, dari total realisasi pendapatan APBK-P sebesar Rp1,200 triliun tersebut, yang masuk secara riil ke Kas Umum Daerah sebesar Rp738,21 miliar. Sisanya sebesar Rp461,80 miliar merupakan pendapatan yang diterima dan dikelola langsung oleh OPD teknis.

Pendapatan tersebut meliputi Transfer Dana Desa/Kute Rp267,67 miliar, Dana Operasional Sekolah (BOS) Rp113,84 miliar, Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Puskesmas Rp31,52 miliar, dan pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD H. Sahudin Kutacane Rp48,75 miliar.

Sementara untuk realisasi belanja APBK-P 2025, dari rencana Rp1,389 triliun terealisasi Rp1,198 triliun. Terdiri dari belanja operasi dari rencana Rp892,87 miliar terealisasi Rp814,75 miliar, belanja modal dari rencana Rp153,66 miliar terealisasi Rp61,97 miliar, dan belanja tidak terduga dari rencana Rp5,20 miliar terealisasi Rp4,53 miliar.

Untuk belanja transfer/bagi hasil ke desa, dari rencana Rp377,78 miliar terealisasi Rp317,52 miliar.

Realisasi penerimaan pembiayaan daerah dari rencana Rp44,18 miliar hanya terealisasi Rp1,39 miliar. Pengeluaran pembiayaan daerah nihil, sehingga Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun 2025 sebesar Rp2,62 miliar.

Di awal pidatonya, Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada pimpinan dan anggota DPRK atas kerja sama sehingga Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI. (aie).

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait