MPW PP Sumut Tanam 100.000 Pohon, Dukung Gerakan Tobat Ekologis NasionalMPW PP Sumut Tanam 100.000 Pohon, Dukung Gerakan Tobat Ekologis Nasional

SERDANG BEDAGAI (beritasore.co.id): Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Sumatera Utara menargetkan penanaman 100.000 pohon di seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara. Program tersebut merupakan dukungan terhadap Gerakan Tobat Ekologis Nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Target itu disampaikan Ketua MPW PP Sumut Musa Rajekshah, yang akrab disapa Ijeck, saat penanaman bibit mangrove bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di Pantai Romantis, Kabupaten Serdang Bedagai, Selasa (27/10/2026).
Ijeck menegaskan, penanaman 100.000 pohon tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pihaknya berkomitmen melakukan pemantauan dan pelaporan berkala terhadap jumlah pohon yang ditanam dan pertumbuhannya.
“Setelah ini ada laporan setiap bulan berapa yang sudah tertanam, dan kami pantau setiap semester atau enam bulan untuk pertumbuhan pohonnya,” ujar Ijeck.
“Kami tidak mau ini hanya berita seremoni atau berita yang hanya 100 ribu,” katanya.
Menurut Ijeck, bibit akan didistribusikan kepada seluruh Majelis Pimpinan Cabang (MPC) PP se-Sumatera Utara dengan jenis yang disesuaikan karakteristik wilayah. Kawasan pesisir akan ditanami mangrove, kawasan pegunungan ditanami pohon keras, sedangkan kawasan permukiman akan ditanami pohon buah.
“Manfaatnya bukan untuk generasi kita sekarang saja, tetapi untuk anak cucu kita,” ujarnya.
Selain penanaman mangrove, MPW PP Sumut bekerja sama dengan Rumah Sakit Sawit Indah menggelar pengobatan gratis dan pemeriksaan kesehatan. Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB itu diikuti sekitar 250 warga. Warga yang hadir juga menerima paket sembako.
Ijeck mengatakan kegiatan sosial tersebut sejalan dengan arahan Ketua Majelis Pimpinan Nasional (MPN) PP Yapto Surya Soemarno agar setiap kegiatan organisasi memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kegiatan Pemuda Pancasila seperti arahan Ketua Majelis Pimpinan Nasional Bapak Yapto Surya Soemarno harus bermanfaat pada masyarakat,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Ijeck juga menyinggung kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia mengajak masyarakat menyikapi pemberitaan karhutla secara bijak dan tidak mudah terprovokasi.
Menurutnya, kebakaran hutan dapat terjadi di berbagai negara, termasuk Australia dan Amerika Serikat, dengan beragam faktor pemicu seperti cuaca ekstrem dan kondisi alam. Karena itu, ia menekankan pentingnya membangun semangat kebersamaan dalam menjaga lingkungan, bukan saling menyalahkan.
“Apapun itu, bukan berarti kita saling menyalahkan, tetapi bagaimana kita bersama-sama menjaga dan memperbaiki,” tuturnya.
Menteri LH Apresiasi
Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat mengapresiasi komitmen PP Sumut menanam 100.000 pohon, termasuk di Serdang Bedagai.
Menurut Jumhur, gerakan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama meningkatkan kepedulian lingkungan melalui Gerakan Tobat Ekologis Nasional, sejalan dengan pesan Presiden Prabowo Subianto tentang Indonesia yang asri, aman, sehat, resik, dan indah.
“Tidak ada satu orang pun, tidak ada satu organisasi pun, tidak ada satu negara pun yang tidak berkepentingan dengan masalah lingkungan hidup,” ujar Jumhur.
Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi momentum deklarasi kesiapan PP bersama pemerintah dalam menjaga lingkungan hidup.
Dalam sambutannya, Jumhur juga menyinggung arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pemerintah ingin mengarahkan pembangunan dari pendekatan yang disebutnya liberal kapitalistik menuju pembangunan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.(rel).






Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda