Breaking News
Memuat breaking news...

Menteri Ekonomi Malaysia Nilai Sumut Punya Potensi Besar

Redaksi
Redaksi
Jumat, 11 September 2026 - 5.41 AM WIB
2
Menteri Ekonomi Malaysia Nilai Sumut Punya Potensi Besar
foto: Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah bin Mohd Nasir bersama Muhammad Bobby Afif Nasution pada Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-32 di Hotel JW Marriott Medan, Kamis (10/9/2026).
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (beritasore.co.id): Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah bin Mohd Nasir menyampaikan apresiasi terhadap paparan Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution terkait potensi ekonomi daerah dalam Pertemuan Tingkat Menteri Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32 di Hotel JW Marriott Medan, Kamis (10/9/2026).

Akmal yang baru pertama kali bertemu dengan Bobby menyebut paparan yang disampaikan cukup komprehensif menggambarkan peluang yang dimiliki Sumut.

"Paparan yang disampaikan menunjukkan banyak peluang ekonomi yang dimiliki Sumatera Utara. Saya melihat ada potensi untuk terus dikembangkan," ujar Akmal usai pertemuan.

Ia menilai kerja sama IMT-GT masih memiliki ruang untuk diperkuat, terutama dalam perluasan pasar, konektivitas, dan perdagangan antarwilayah. Posisi geografis Sumatera yang berdekatan dengan Malaysia dan Thailand dinilai menjadi modal untuk mendorong pertumbuhan kawasan.

Akmal mencontohkan pengembangan konektivitas logistik Malaysia melalui Pelabuhan Pulau Pinang yang terhubung jaringan kereta api ke Perlis dan Thailand. Menurutnya, skema konektivitas serupa dapat membuka peluang perdagangan yang lebih luas di kawasan IMT-GT.

Terkait hubungan bilateral, Akmal menyebut konektivitas antara Malaysia dan Medan saat ini didukung sekitar 60 penerbangan per minggu, yang mencerminkan mobilitas dan aktivitas ekonomi kedua wilayah.

"Saya berterima kasih atas sambutan yang diberikan. Hubungan kedua negara berjalan baik," katanya.

Selain perdagangan, Akmal juga melihat peluang kolaborasi di sektor pariwisata dan kesehatan, termasuk wisata medis, serta penguatan komoditas unggulan seperti kelapa sawit, beras, dan produk pertanian lainnya.

Sementara itu, Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution selaku Chair of the Chief Ministers' and Governors' Forum (CMGF) memaparkan sejumlah proyek strategis Sumut, yakni Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei seluas 1.934 hektare, Toba Caldera Resort di Danau Toba dengan nilai investasi US$1,73 miliar, Kawasan Industri Strategis Sumatera Utara (KISS) seluas 2.445 hektare, serta pusat ekonomi kreatif, MICE, dan smart city terpadu di Deli Serdang.

Forum tersebut juga memaparkan proyek dari provinsi lain. Aceh menawarkan proyek rumah sakit wisata medis di Sabang senilai US$2,78 miliar, Riau membawa proyek Jalur RORO Dumai-Melaka dan kawasan Tanjung Buton, Kepulauan Riau dengan Kawasan Perdagangan Bebas Batam-Bintan-Karimun, Jambi dengan KEK Ujung Jabung senilai Rp87,87 triliun, serta Lampung dengan target investasi pariwisata Rp19 triliun.

Bobby juga melaporkan perkembangan Kerangka Kerja Pembangunan Perkotaan Berkelanjutan IMT-GT. Sekretariat ASEAN mencatat 47 kegiatan tingkat regional dan 162 kegiatan kerja di bawah Rencana Strategis Konektivitas ASEAN, dengan Jaringan Smart City ASEAN yang telah berkembang menjadi 38 kota anggota.

Dalam forum itu, CMGF menyampaikan lima rekomendasi, salah satunya mendorong mobilisasi sumber daya di sepanjang koridor ekonomi IMT-GT dengan pemerintah provinsi dan negara bagian sebagai penggerak konektivitas dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.(lin).

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait