Breaking News
Memuat breaking news...

Menag Tantang UIN Ar-Raniry Jadi Episentrum Baru Peradaban Islam Dunia

Redaksi
Redaksi
Rabu, 12 Agustus 2026 - 7.56 AM WIB
2
Menag Tantang UIN Ar-Raniry Jadi Episentrum Baru Peradaban Islam Dunia
Reading Comfort
adjust the font size

BANDA ACEH (beritasore.co.id): Menteri Agama Nasaruddin Umar menantang Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh untuk naik kelas. Tidak lagi sekadar kampus daerah, UIN Ar-Raniry didorong menjadi pusat peradaban Islam modern berkelas dunia.

Tantangan itu disampaikan Menag dalam kuliah umum dan pembinaan ASN di Auditorium Prof. Ali Hasjmy, UIN Ar-Raniry, Selasa (11/8/2026).

Di hadapan ribuan sivitas akademika, Nasaruddin menegaskan, UIN memiliki beban ganda yang tidak dimiliki kampus umum. Selain mencetak cendekiawan, UIN adalah institusi dakwah.

"UIN itu tidak murni lembaga akademik. Ia mengemban beban ganda sebagai institusi dakwah," tegasnya.

Konsekuensinya, lanjut dia, lulusan UIN tidak boleh puas hanya dengan ijazah dan penguasaan ilmu. Mereka wajib memiliki kepekaan sosial-keagamaan dan keberanian memberi solusi nyata bagi masyarakat.

Untuk itu, ia meminta tradisi akademik di UIN Ar-Raniry direvolusi. Jangan hanya menjadi pengikut perkembangan ilmu, tapi harus menjadi pencipta.

"UIN tidak boleh ketinggalan zaman dalam metodologi. Jangan hanya mengekor, beranilah melahirkan temuan-temuan dan pendekatan baru," ujarnya.

Aceh Bukan Pinggiran, Tapi Titik Sentral

Nasaruddin menyebut ambisi itu sangat realistis karena Aceh memiliki dua modal besar: historis dan geografis.

Menurutnya, narasi bahwa pusat peradaban Islam harus selalu di Timur Tengah sudah usang. Indonesia adalah tempat paling aman dan damai untuk mengembangkan Islam yang rahmatan lil alamin, dan Aceh adalah titik paling strategis.

"Tempat yang paling aman untuk mengadopsi ilmu dan peradaban Islam hari ini adalah Indonesia. Dan tempat yang paling strategis di Indonesia itu adalah Aceh," katanya.

Posisi Aceh di ujung barat Nusantara yang menjadi pintu masuk Asia Tenggara, serta kedekatan budaya dengan Malaysia dan Brunei Darussalam, menjadi keunggulan geopolitik yang tak dimiliki daerah lain.

Pada kesempatan itu, Menag juga meluruskan cara pandang terhadap Al-Qur'an. Ia meminta mahasiswa tidak lagi membatasi Al-Qur'an sebagai kitab fiqih dan akidah semata, melainkan sebagai sumber inspirasi sains dan teknologi.

Ia menilai kemajuan ilmu pengetahuan modern justru membuktikan kebenaran Al-Qur'an.

"Jangan takut bersama Al-Qur'an. Justru pegangan ilmiah di Barat hari ini banyak merujuk pada Al-Qur'an. Kaji dengan pendekatan ilmiah," pesannya.

Di akhir, Nasaruddin mengapresiasi lompatan kemajuan UIN Ar-Raniry yang menjadi salah satu PTKIN paling diperhatikan Kemenag. Ia berpesan agar karakter akademik kampus ini meneladani keteguhan ilmu dan prinsip ulama-ulama besar Aceh di masa lalu.(wmi).

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait