Breaking News
Memuat breaking news...

Kinerja Intermediasi Perbankan Meningkat

Redaksi
Redaksi
Jumat, 10 Juli 2026 - 3.13 PM WIB
52
Kinerja Intermediasi Perbankan Meningkat
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Dian Ediana Rae merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). beritasore.co.id/ist
Reading Comfort
adjust the font size
JAKARTA (beritasore.co.id): Kinerja intermediasi perbankan meningkat dengan profil risiko yang terjaga. Pada Mei 2026, kredit tumbuh sebesar 11,51 persen yoy menjadi sebesar Rp8.918 triliun (April 2026: tumbuh sebesar 9,98 persen yoy).

Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi;
Agus Firmansyah menyebutkan dalam siaran persnya diterima melalui Kantor OJK Provinsi Sumatera Utara Jumat (10/7/2026).

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Dian Ediana Rae merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memaparkan kinerja perbankan nasional kepada wartawan secara online usai Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Selasa (7/7/2026).

Berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Investasi tumbuh tertinggi yaitu sebesar
21,95 persen, diikuti oleh Kredit Modal Kerja sebesar 8,09 persen, sedangkan Kredit
Konsumsi sebesar 5,89 persen.

Adapun berdasarkan kategori debitur, kredit dengan pertumbuhan tertinggi adalah kredit korporasi yang tumbuh sebesar 18,39 persen yoy,.

Sementara itu kredit UMKM melanjutkan tren peningkatan dengan tumbuh positif sebesar 0,60 persen yoy (April 2026: 0,16 persen yoy).

"Ditinjau dari kepemilikan, kredit bank BUMN tumbuh tertinggi yaitu sebesar 15,98 persen yoy," kata Dian.

Porsi produk kredit Buy Now Pay Later (BNPL) perbankan tercatat sebesar 0,34 persen. Per Mei 2026, baki debet kredit BNPL sebagaimana dilaporkan dalam SLIK,
tumbuh sebesar 37,72 persen yoy (April 2026: tumbuh 37,29 persen yoy) menjadi
Rp30,1 triliun, dengan jumlah rekening mencapai 31,76 juta (April 2026: 31,76
juta). (wie)

Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait