Ketua STIT Hasyim Asy'ari Turun Langsung Awasi Mahasiswa KKL di Tapsel-PalutaKetua STIT Hasyim Asy'ari Turun Langsung Awasi Mahasiswa KKL di Tapsel-Paluta

PADANGSIDIMPUAN (beritasore.co.id): Komitmen menghadirkan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang substantif ditunjukkan pimpinan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Hasyim Asy’ari Padangsidimpuan. Ketua STIT, Muhammad Donal Pasaribu, M.Pd turun langsung ke sejumlah desa lokasi KKL di Kabupaten Tapanuli Selatan dan Padang Lawas Utara.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan KKL berjalan sesuai koridor akademik dan benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menggugurkan kewajiban formalitas.
"KKL bukan agenda rutin tahunan saja. Ini adalah jembatan antara ilmu di kampus dengan kebutuhan riil masyarakat," tegas Muhammad Donal Pasaribu, Selasa (12/8/2026).
Didampingi Wakil Ketua I Bidang Akademik, Kimlansyah Ramadhan Siregar, M.Pd, Ketua STIT melakukan monitoring di Desa Bahal Julu, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara pada 10 Agustus 2026. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Kaur Keuangan Desa Bahal Julu, Jangga Harahap beserta warga.
Sebelumnya, tim Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) juga telah turun ke Desa Garonggang, Kecamatan Angkola Selatan pada 5 Agustus 2026 dan Desa Aek Badak Julu, Kecamatan Sayurmatinggi pada 8 Agustus 2026, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Diketahui, KKL Mahasiswa STIT Hasyim Asy'ari tahun 2026 ini berlangsung selama 40 hari, mulai 15 Juli hingga 25 Agustus 2026.
Untuk optimalisasi pengawasan, STIT Hasyim Asy'ari menerjunkan tiga tim DPL:
Tim I: Mesra Khairani, S.Pd., M.Psi (Kaprodi PIAUD) dan Yeni Elviza Febrianti, M.Pd (Ketua LPPM).
Tim II: Rikha Tania, M.Li (Wakil Ketua II), Nurzakiah Simangunsong, M.Pd (Kaprodi PGMI), dan Mirna Wanti Ritonga, M.E (Wakil Ketua III).
Tim III: Muhammad Donal Pasaribu, M.Pd (Ketua STIT) dan Kimlansyah Ramadhan Siregar, M.Pd (Wakil Ketua I).
Menurut Donal, KKL menjadi kawah candradimuka bagi mahasiswa untuk menguji kompetensi. Mahasiswa tidak hanya dituntut beradaptasi, tetapi juga mengimplementasikan ilmu, berkomunikasi efektif, dan mampu membaca persoalan sosial di lapangan.
"Mahasiswa tidak cukup hanya paham teori di kelas. Mereka harus mampu menerapkannya, membangun empati sosial, serta mengasah kemampuan komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, dan problem solving," jelasnya.
Kehadiran DPL di lapangan, lanjutnya, bukan hanya sebagai pengawas, melainkan untuk memastikan program kerja mahasiswa tetap terarah secara akademik dan mampu membangun hubungan harmonis dengan pemerintah desa dan masyarakat.
Apresiasi juga datang dari Ketua Yayasan STIT Hasyim Asy'ari Padangsidimpuan, Rahmad Hidayat Siregar, M.M. Ia menilai kunjungan langsung pimpinan kampus sangat penting untuk memperkuat sinergi antara yayasan, lembaga, mahasiswa, dan masyarakat.
"Langkah ini penting untuk memastikan kesiapan mahasiswa dan kebermanfaatan program KKL itu sendiri. Sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk senantiasa menjaga nama baik yayasan dan almamater di tengah masyarakat," ujar Rahmad. (wmi)







Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda